GenPI.co - Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan meragukan kemampuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mampu membesarkan PSI.
Syahganda awalnya menjawab pertanyaan analis komunikasi politik Hendri Satrio yang menilai Jokowi terlihat panik saat pidato di Rakernas PSI.
Dia mengatakan Jokowi berusaha membangun alat untuk melindungi eksistensinya, seusai tak lagi menjabat Presiden.
“Wajar dia melakukan self defense (bela diri). Dia membangun sebuah partai yang bisa melindunginya,” katanya dikutip dari akun Youtube Hensa, Sabtu (14/2).
Syahganda pun meragukan kemampuan Jokowi. Dia menyinggung pencapaian PSI pada Pemilu 2024 yang gagal melalui ambang batas parlemen 4 persen.
“Sejauh apa PSI ini bisa berkembang? Zaman dia (Jokowi) berkuasa saja, tidak masuk DPR. Apalagi sekarang,” tuturnya.
Dia menilai partai berlogo Gajah tersebut, tinggal mengandalkan kemampuan beberapa orang dari kader Partai NasDem.
“Sekarang tinggal bersandar pada segelintir orang pindahan dari NasDem. Mau ngapain mereka? Kecuali, mereka punya ideologi,” ucapnya.
Sebelumnya, Jokowi menyampaikan pidato politiknya dalam Rakernas PSI. Dia menyatakan akan berjuang mati-matian untuk partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
“Saya masih sanggup datang ke kabupaten kota. Kalau perlu sampai ke kecamatan, Saya masih sanggup,” kata Jokowi. (*)
Simak video berikut ini:




