Jakarta, VIVA – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR menggelar acara PANFest 2026 dengan tema 'Bangsa Sehat, Bumi Kuat, Pangan Hebat' di Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ketua Pelaksana PANFest 2026 Abdul Hakim Bafagih menyampaikan, festival PAN ini berfokus pada panganan pasar nusantara. Partai berlogo matahari ini melakukan hilirisasi terhadap produk pangan Indonesia.
"Acara pada siang hari ini adalah PAN Festival dengan tema Panganan Pasar Nusantara. Ini adalah bentuk hilirisasi daripada produk-produk pangan kita. Bentuk kreativitas dari seluruh dapil yang ada di Indonesia. Kita sajikan di sini untuk kita nikmati bersama," ujar Hakim.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, PANFest 2026 yang digelar PAN bukan sekadar festival, melainkan menunjukkan bagaimana pangan bisa menyatukan semua kader PAN dari berbagai wilayah.
Gelaran festival ini juga menegaskan komitmen PAN mendukung program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi rakyat yang terus digalakan oleh pemerintah.
Dalam festival bertajuk 'Bangsa Sehat, Bumi Kuat, Pangan Hebat' ini, PAN menyajikan 12.000 sajian pangan nusantara, yang menandakan betapa kaya Indonesia sesungguhnya.
"Dari 19 dapil dan 1 PIA kita hadirkan 12.000 sajian pangan nusantara. Artinya apa? Indonesia ini kaya. Tinggal bagaimana kita serius menjaga, memperkuat, dan memberi nilai tambah pada pangan lokal kita," ujar Putri Zulhas.
Putri Zulhas menekankan, tema 'Bangsa Sehat, Bumi Kuat, Pangan Hebat' itu bukan sekadar slogan.
Sebab, jika pangan kuat, maka rakyatnya sudah pasti sehat. Namun, apabila lingkungannya rusak, pangan pasti terganggu.
"Jadi ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan itu tidak bisa dipisahkan," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) turut memberi arahan kepada kader PAN.
Zulhas, yang menjabat Menko Pangan, menyampaikan tanggung jawabnya berkaitan dengan percepatan kedaulatan pangan.
Sejak Zulhas menjabat Menko Pangan, dirinya berhasil membuat Indonesia tidak mengimpor beras lagi.
"Tahun 2024, kita impor beras 4 juta lebih. Tahun 2025, setelah Menko Pangan nya Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, kita surplus 4,2 juta. Lebih. Jadi gak impor satu butir pun, gak ada lagi," kata Zulhas.





