Kendari (ANTARA) - Basarnas Kendari menyebut sebanyak 13 penumpang dan tujuh awak Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Celebes GT 44 tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Humas Basarnas Kendari Wahyudi saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
"Saat itu, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kota Bone dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana," kata Wahyudi.
Dia menyebutkan bahwa pada saat di tengah laut, kapal tersebut mengalami kebocoran sehingga mengakibatkan air laut masuk ke dalam bodi kapal.
"Akibat itu, KM Cahaya Intan Celebes tersebut tenggelam," ujarnya.
Wahyudi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang mereka terima, saat kapal tersebut akan tenggelam, para penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan oleh para nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut.
Baca juga: KM Dahlia F3 tenggelam di sungai Mahakam, semua penumpang selamat
"Seluruh penumpang dan awak kapal dievakuasi ke Puskesmas Boepinang Bombana," ungkap Wahyudi.
Sementara itu, Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin mengatakan bahwa KM Cahaya Intan Celebes tersebut bergerak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana.
"Dan pukul 06.00 Wita, kapal tersebut mengalami kebocoran pada lambung kapal akibat dihantam gelombang besar serta angin kencang. Jadi, pada saat itu kru kapal berusaha memompa air dengan memakai mesin alkon sebanyak empat eh unit. Namun, masih tetap tidak mampu," jelasnya.
Haeruddin menjelaskan bahwa karena tak dapat menguras air yang berada di lambung kapal, kapten kapal saat itu melihat perahu nelayan dan mendekatinya. Sehingga ia memilih untuk mendekati kapal tersebut.
"Dan setelah itu seluruh penumpang dievakuasi oleh kapal nelayan tersebut karena kapal Celebes itu mengalami kebocoran dan tenggelam," jelasnya.
Baca juga: SAR selamatkan nelayan Bangka, korban kapal tenggelam dihantam ombak
Baca juga: Korban tewas dalam insiden kapal tenggelam di Filipina capai 51 orang
Humas Basarnas Kendari Wahyudi saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.
"Saat itu, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Bajoe Kota Bone dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana," kata Wahyudi.
Dia menyebutkan bahwa pada saat di tengah laut, kapal tersebut mengalami kebocoran sehingga mengakibatkan air laut masuk ke dalam bodi kapal.
"Akibat itu, KM Cahaya Intan Celebes tersebut tenggelam," ujarnya.
Wahyudi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang mereka terima, saat kapal tersebut akan tenggelam, para penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan oleh para nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut.
Baca juga: KM Dahlia F3 tenggelam di sungai Mahakam, semua penumpang selamat
"Seluruh penumpang dan awak kapal dievakuasi ke Puskesmas Boepinang Bombana," ungkap Wahyudi.
Sementara itu, Kepala Pos SAR Kolaka Haeruddin mengatakan bahwa KM Cahaya Intan Celebes tersebut bergerak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 00.00 Wita, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang Bombana.
"Dan pukul 06.00 Wita, kapal tersebut mengalami kebocoran pada lambung kapal akibat dihantam gelombang besar serta angin kencang. Jadi, pada saat itu kru kapal berusaha memompa air dengan memakai mesin alkon sebanyak empat eh unit. Namun, masih tetap tidak mampu," jelasnya.
Haeruddin menjelaskan bahwa karena tak dapat menguras air yang berada di lambung kapal, kapten kapal saat itu melihat perahu nelayan dan mendekatinya. Sehingga ia memilih untuk mendekati kapal tersebut.
"Dan setelah itu seluruh penumpang dievakuasi oleh kapal nelayan tersebut karena kapal Celebes itu mengalami kebocoran dan tenggelam," jelasnya.
Baca juga: SAR selamatkan nelayan Bangka, korban kapal tenggelam dihantam ombak
Baca juga: Korban tewas dalam insiden kapal tenggelam di Filipina capai 51 orang





