Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menargetkan sebanyak 1.000 kampung nelayan akan dibangun tahun ini. Adapun total anggaran untuk pembangunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.
"Anggarannya kalau 1.000 (kampung nelayan) tu kira-kira Rp2,2-Rp2,5 triliun," kata Zulhas dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Zulhas memastikan bahwa pemerintah bakal mempercepat pembangunan kampung nelayan sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan dan perikanan nasional. Dari 100 kampung nelayan yang ditargetkan pada tahap awal, sebanyak 85 telah rampung dan tersisa 15 yang segera diselesaikan.
“Tahun ini akan diselesaikan 1.000 kampung nelayan. Hingga 2029 diperkirakan akan terbangun 5.000 kampung atau desa nelayan,” ujarnya.
Baca Juga: Zulhas Klaim Program Pangan 2026 Hampir Tuntas, Fokus Perkuat Protein dan Ekonomi Desa
Selama ini, lanjut Zulhas, nelayan memiliki daya tawar yang relatif rendah karena keterbatasan dukungan infrastruktur. Melalui program kampung nelayan, pemerintah akan menyediakan fasilitas pendukung seperti pabrik pengolahan, cold storage, serta sistem distribusi yang terintegrasi.
“Ke depan, nelayan akan punya daya tawar yang lebih tinggi karena ada pabriknya, ada cold storage-nya, dan ada distribusinya,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas bioflok di setiap kecamatan untuk mendukung budidaya ikan. Dengan adanya bioflok, diharapkan setiap kecamatan mampu menghasilkan pasokan ikan yang cukup guna mendukung kebutuhan, termasuk untuk program SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).





