Jorge Lorenzo: Bursa Transfer Pembalap MotoGP 2027 Terasa seperti April Mop

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, melihat dinamika bursa transfer pembalap 2027 lebih seperti tontonan penuh kejutan ketimbang proses negosiasi biasa. 

Menurutnya, rumor yang berseliweran terasa seperti perayaan April Mop karena muncul begitu cepat tanpa kepastian jelas.

Fabio Quartararo di tes pramusim MotoGP 2026
Sumber :
  • Instagram/Fabio Quartararo

Sejak akhir Januari 2026, berbagai kabar mengejutkan membanjiri paddock. Fabio Quartararo disebut-sebut akan meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Honda. 

Di saat yang sama, Jorge Martin dirumorkan hengkang dari Aprilia demi mengisi kursi yang ditinggalkan Quartararo di Yamaha.

Nama besar lain seperti Francesco Bagnaia juga dikaitkan dengan Aprilia dan Yamaha. Bahkan Alex Marquez disebut masuk radar Red Bull KTM Factory Racing, sementara Maverick Vinales yang kini dilatih Lorenzo ikut terseret rumor sebagai calon tandem di KTM.

Meski memiliki kedekatan dengan Vinales sebagai pelatih, Lorenzo memilih tidak ikut memperkeruh spekulasi. Namun ia mengakui situasi saat ini benar-benar sulit ditebak.

"Rasanya seperti Hari April Mop. Setiap jam, makin banyak berita tak terduga yang muncul, luar biasa. Terutama berita tentang Quartararo di Honda... tidak ada yang menduga itu. Martin di Yamaha... itu pun belum resmi," ujarnya kepada GPOne.

Lorenzo menilai, derasnya kabar biasanya bukan tanpa sebab. Ia mengutip pepatah Spanyol untuk menggambarkan fenomena tersebut.

"Mungkin itu tidak benar, mungkin tidak ada apa-apa. Di Spanyol, ada pepatah 'Ketika sungai bernyanyi, air akan mengalir'. Jika ada begitu banyak pembicaraan tentang suatu kabar, maka 80-90% kemungkinannya benar," lanjutnya.

Sebagai mantan pembalap yang pernah menggemparkan paddock lewat kepindahannya dari Yamaha ke Ducati pada 2017 dan kemudian ke Honda pada 2019, Lorenzo memahami betul dampak psikologis rumor transfer terhadap tim dan pembalap.

Ia menilai situasi menjadi canggung ketika kontrak baru diteken jauh sebelum musim berjalan berakhir, sehingga pembalap masih harus membela tim lama sembari publik sudah mengetahui masa depannya.

"Seperti ketika Lewis Hamilton menandatangani kontrak dengan Ferrari, dia menghabiskan satu tahun penuh dengan masih membela Mercedes. Itu bukan situasi terbaik bagi tim dan pembalap. Namun, mereka semua profesional. Saya rasa takkan ada masalah, apa pun hasilnya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 4,8 Guncang Kepulauan Aru, BMKG Sebut akibat Aktivitas Zona Graben Aru
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Soal Kisruh Menara, Begini Respon Kemkomdigi
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Strategi Pertumbuhan Bisnis Perawatan Gigi Nasional
• 18 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Stan Antam Jadi Magnet JIJF, 600 Pengunjung Antre untuk 200 Kuota
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Fadi Alaydrus Pilih Jomblo? Ngaku Tak Merasa Urgent Cari Pasangan di Dating Apps
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.