JAKARTA, KOMPAS.com – Antusiasme tinggi terhadap pembelian emas membuat stan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di ajang Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) diserbu ratusan pengunjung.
Lonjakan ini dipicu sulitnya memperoleh nomor antrean secara daring, sementara kuota kunjungan ke stan dibatasi hanya 200 orang per hari.
Pameran logam mulia tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) sejak Kamis (12/2/2026) hingga Minggu (15/2/2026). Pembatasan kuota diberlakukan untuk mengatur arus pengunjung di tengah tingginya minat masyarakat terhadap emas Antam.
Demi memperebutkan 200 kuota itu, ratusan pengunjung bahkan rela bermalam di lokasi pameran.
Baca juga: Warga Keluhkan “War” Antrean Emas Daring, Antam Ungkap Penyebabnya
Corporate Secretary Antam, Wisnu Haryanto, mengatakan pembatasan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan menyesuaikan kapasitas lokasi.
“Kebijakan ini diberlakukan semata-mata untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, serta keamanan pengunjung, sekaligus memastikan proses transaksi berjalan tertib dan sesuai kapasitas layanan di lokasi acara,” jelas Wisnu kepada Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, keterbatasan stok emas yang dialokasikan khusus untuk pameran juga menjadi pertimbangan.
“Serta ketersediaan stok yang telah dialokasikan khusus untuk kegiatan pameran. Kami berupaya mengatur distribusi secara proporsional agar pelayanan tetap optimal dan tidak menimbulkan risiko keselamatan,” tutur dia.
Selain itu, Antam memberlakukan pembatasan pembelian melalui sistem pengambilan nomor antrean secara daring. Kebijakan ini diterapkan seiring lonjakan permintaan yang belum sepenuhnya diimbangi pasokan.
“Saat ini terjadi peningkatan permintaan emas yang cukup signifikan, sementara pasokan emas yang kami terima belum sepenuhnya sebanding dengan lonjakan demand tersebut,” jelas Wisnu.
Sejumlah pengunjung mengaku kesulitan memperoleh nomor antrean secara daring. Engkos (55), salah satu warga yang ditemui di JICC, mengatakan kendala tersebut baru ia rasakan pada Februari ini.
Baca juga: Kalah Antrean Online, Ratusan Pengunjung Cari Peluang Beli Emas Antam di JICC
Saat mencoba mengakses situs resmi Antam untuk mengambil nomor antrean, ia mengaku kerap terlempar kembali ke beranda utama dan harus masuk ulang ke akun.
“Biasanya saya selalu tuntas dua kali (pembelian emas). Tapi Februari ini mungkin ada perubahan, enggak tahu kenapa,” ujar dia ditemui di JICC.
Engkos pun mencoba peruntungan dengan datang langsung ke JIJF. Namun, ia harus puas hanya mendapatkan merchandise dari penyelenggara karena kehabisan nomor antrean bersama sekitar 400 orang lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



