Kekalahan ini membuat RRQ gagal mengamankan tiket pertama menuju Masters Santiago dan harus turun ke babak Middle Bracket Final. Meski demikian, asa Monyet dan kawan-kawan belum padam karena sistem triple elimination yang memberikan mereka "nyawa tambahan".
Tertekan Strategi Lawan
Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih RRQ, Jovi, mengakui keunggulan persiapan tim Nongshim RedForce. Menurutnya, lawan berhasil membaca dan menetralisir pergerakan anak asuhnya dengan sangat baik.
"Selamat untuk Nongshim. Mereka datang dengan persiapan yang sangat matang dan mampu melakukan counter terhadap kami dengan sangat baik," ujar Jovi. Namun, ia menegaskan bahwa kekalahan ini adalah "wake-up call" atau peringatan penting bagi timnya sebelum laga penentuan besok.
Senada dengan sang pelatih, in-game leader RRQ, Crazyguy, menyoroti masalah mentalitas di dalam game. Ia merasa timnya bermain terlalu hati-hati di momen-momen krusial.
"Di setiap map yang kalah, kami memberikan mereka terlalu banyak kebebasan untuk bermain. Kami tidak bermain seperti biasa, kami bermain agak terlalu aman dan takut untuk membuat pergerakan (plays)," ungkap Crazyguy.
Monyet Soroti Ketajaman Pemain NS
Bintang RRQ, Monyet, juga memberikan kredit khusus kepada dua pemain Nongshim, RB dan Xross, yang dianggap menjadi pembeda dalam laga tersebut.
"Xross benar-benar merepotkan. Setiap kali saya mencoba melakukan peek, pilihannya hanya dua: saya membunuhnya atau dia langsung melakukan one-tap ke saya," kata Monyet. Ia juga memuji permainan Omen dari RB yang seringkali membuat koordinasi RRQ menjadi kacau.
Fokus Amankan Tiket Masters Santiago
Meskipun harus menelan pil pahit, para pemain RRQ enggan berlarut dalam kesedihan. Xffero menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memenangkan pertandingan di Middle Bracket untuk memastikan diri lolos ke turnamen internasional.
"Saat ini saya hanya fokus untuk kualifikasi besok. Jika kami lolos ke Masters, saya harap kami bisa mencapai babak playoff di sana," tutur Xffero optimis.
Menanggapi keraguan para penonton mengenai performa RRQ di kancah internasional, Monyet memberikan pesan singkat dan tegas. "Teruslah ragukan kami, saya tidak peduli. Saya tahu lebih banyak orang yang mendukung dan percaya pada kami dibandingkan mereka yang ragu," tegasnya.
Lawan T1 di Middle Bracket
Perjuangan RRQ akan berlanjut pada Sabtu, 14 Februari 2026, melawan T1 di Middle Bracket Final. Kemenangan di laga ini sangat krusial karena akan langsung membuahkan tiket menuju Masters Santiago 2026. Jika kalah, RRQ masih memiliki satu kesempatan terakhir di Lower Bracket, namun jalan yang ditempuh tentu akan jauh lebih terjal.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





