Atlet Muda Indonesia Ardana Cikal Siap Tampil di Kompetisi Panjat Tebing Menuju Olimpiade 2028

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

REGENERASI atlet panjat tebing Indonesia mulai terlihat menjelang Olimpiade Los Angeles 2028. Sejumlah atlet muda mulai mendapat kesempatan bertanding di level regional untuk mengasah mental dan teknik, tanpa harus selalu dikirim ke luar negeri.

Salah satu yang menonjol adalah Ardana Cikal Damarwulan. Di usia 15 tahun, Cikal sudah meraih medali emas nomor lead di SEA Games ke-33. Kini ia kembali diuji lewat kompetisi bouldering regional yang mempertemukannya dengan atlet-atlet dari berbagai negara.

Keikutsertaan Cikal dinilai menjadi gambaran regenerasi yang sedang berjalan. Atlet muda tidak cukup hanya mengandalkan latihan. Mereka butuh jam tanding yang rutin dan lawan yang beragam agar terbiasa dengan tekanan kompetisi.

Baca juga : Bank Jakarta Jadi Sponsor Resmi Pelita Jaya di IBL 2026, Perkuat Olahraga dan Literasi Keuangan

Ajang Uji Lawan Atlet Luar Negeri

Director of Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, mengatakan kompetisi regional memberi kesempatan penting bagi atlet nasional.

“Kalau kita bicara kompetisi, motivasi utama kita sebenarnya untuk memberikan platform atau panggungnya untuk atlet-atlet kita di Indonesia ini. Untuk mendapat exposure, untuk bisa berkompetisi secara internasional,” ujar Ronald.

Baca juga : Terseret Skandal Jeffrey Epstein, Nasib Ketua Olimpiade LA 2028 Casey Wasserman akhirnya Terjawab

Menurutnya, bertanding melawan atlet luar negeri membantu atlet Indonesia memahami perbedaan gaya dan karakter panjat. “Merasakan beda karakter, beda gaya, gerakan-gerakan yang mungkin diperlukan, dan sekaligus berkompetisi dengan atlet-atlet dari luar negeri,” katanya.

Dengan model seperti ini, atlet bisa merasakan atmosfer pertandingan internasional tanpa harus selalu bepergian ke luar negeri. Biaya lebih ringan, tetapi pengalaman tetap didapat.

Dua Tahun Menuju Olimpiade

Ronald menilai waktu dua tahun menuju Olimpiade 2028 menjadi momentum penting. “Karena dua tahun lagi Olimpiade di Los Angeles 2028, jadi kita melihat ini salah satu platform untuk mereka bisa experience internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya bukan bagian dari federasi, melainkan penyelenggara yang membuka kesempatan bagi siapa pun untuk ikut bertanding. “Karena kita sebuah komersial, kita open saja. Kalau ada atlet nasional yang ingin join, kita welcome. Kalau ada atlet luar negeri yang ingin join, kita welcome,” katanya.

Bagi atlet muda seperti Cikal, kompetisi rutin seperti ini menjadi bagian dari proses panjang menuju level dunia. Regenerasi bukan hanya soal mencari bakat baru, tetapi memastikan mereka punya cukup pengalaman sebelum menghadapi panggung sebesar Olimpiade. (P-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Bocah di Subang Ngeluh Sekolahnya Bau Kotoran Ayam, Kondisinya Memprihatinkan saat Ditinjau Dedi Mulyadi
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Sean Gelael Bidik Kemenangan Le Mans 2026 untuk Raih Gelar Dunia
• 19 jam lalupantau.com
thumb
John Herdman Terima Kabar Bahagia, Striker Muda A-League Ini Bisa Jadi Senjata Baru Timnas Indonesia
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BGN Sebut Distribusi MBG Saat Libur Lebaran Dilakukan Lebih Awal, Ini Skemanya
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.