Indonesia selalu konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
IDXChannel - Rencana partisipasi Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Forces (ISF) tidak bisa dimaknai sebagai bentuk normalisasi hubungan dengan Israel.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa Indonesia selalu konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
"Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, sesuai hukum internasional dan parameter internasional yang telah disepakati," kata Kemlu dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (14/2/2025).
"Partisipasi dan kehadiran personel Indonesia dalam ISF tidak dimaknai sebagai pengakuan atau normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun," kata Kemlu.
Sebelumnya, Indonesia dikabarkan menjadi salah satu negara yang kemungkinan berpartisipasi dalam Pasukan Perdamaian Internasional atau International Stability Forces (ISF) di Gaza yang merupakan wilayah Palestina.
"Ruang lingkup tugas personel Indonesia bersifat terbatas dan spesifik, sesuai mandat dan national caveats (syarat) tegas dan mengikat yang ditetapkan Pemerintah Indonesia dan disepakati dengan ISF," kata Kemlu.
Salah satu national caveats Indonesia yakni keikutsertaan Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi.
Selain itu, mandat Indonesia bersifat kemanusiaan, dengan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan dan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.
"Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia," kata Kemlu. (Wahyu Dwi Anggoro)




