Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia bersama Pemerintah Norwegia kembali mempererat kerja sama bilateral mereka dengan meluncurkan fase keempat dari program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan atau small grant.
Peluncuran ini merupakan langkah strategis dalam upaya mencapai target ambisius Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Advertisement
Inisiatif ini didukung melalui mekanisme pendanaan berbasis hasil atau Result Based Contribution (RBC), sebuah model kerja sama internasional yang mengapresiasi capaian nyata dalam pengurangan emisi karbon.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, dalam konferensi pers di Jakarta menyampaikan apresiasi mendalam atas kemitraan yang terjalin dengan Norwegia.
Ia menyambut hangat Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust, dan menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata diplomasi lingkungan yang berdampak langsung ke akar rumput.
"Hari ini, dengan bangga bersama Menteri Asmund Aukrust, suatu inisiatif yang sudah terjadi ketiga kalinya, dan ini adalah yang keempat kalinya, yaitu peluncuran Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan," kata Menhut Raja Juli Antoni. Dikutip dari Antara, Jumat 13 Februari 2026.
Layanan Dana Masyarakat ini dirancang sebagai skema pendanaan inklusif yang menargetkan pembangunan masyarakat, serta memberikan dukungan finansial kepada lembaga nirlaba lokal, komunitas masyarakat adat, hingga universitas.
Penyaluran dana ini dikelola secara transparan oleh Kemenhut melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya aliansi ini dalam menghadapi krisis iklim global.
"Ini adalah kerja sama yang kita banggakan. Di dalamnya adalah komitmen untuk ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan yang berkelanjutan," tutur Asmund Aukrust.




