Cegah Kanker Sejak Dini, Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki Dimulai 2027

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

PROGRAM vaksinasi human papillomavirus (HPV) di Indonesia akan diperluas dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027. 

Kebijakan ini bertujuan memperkuat perlindungan populasi terhadap kanker dan penyakit lain yang berkaitan dengan infeksi HPV, sekaligus mendukung strategi eliminasi kanker serviks secara nasional.

HPV merupakan infeksi virus yang sangat umum dan dapat menular melalui kontak seksual. 

Baca juga : UNICEF Wajibkan Anak Perempuan Dapatkan Imunisasi HPV Cegah Kanker Rahim

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir semua individu yang aktif secara seksual berisiko terpapar HPV pada suatu titik dalam hidupnya. 

Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.

Selama ini, program vaksinasi HPV nasional di Indonesia difokuskan pada anak perempuan usia sekolah dasar sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks. 

Baca juga : Dokter Pastikan Vaksin HPV tidak Sebabkan Kemandulan

Namun, para ahli menilai vaksinasi pada anak laki-laki juga penting untuk memutus rantai penularan dan melindungi mereka dari risiko kanker terkait HPV.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa vaksin HPV efektif mencegah lebih dari 90% kasus kanker yang disebabkan oleh tipe HPV tertentu apabila diberikan sebelum paparan virus, yakni pada usia remaja awal. 

WHO sendiri merekomendasikan vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9–14 tahun, dan di sejumlah negara telah diperluas untuk anak laki-laki dalam rentang usia yang sama.

Perluasan vaksinasi ke anak laki-laki dinilai sebagai langkah strategis untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan cakupan vaksinasi yang lebih luas, risiko penularan HPV di masyarakat dapat ditekan secara signifikan.

Beban penyakit akibat HPV juga tidak kecil. WHO mencatat kanker serviks menjadi salah satu kanker paling umum pada perempuan di banyak negara berkembang. Di sisi lain, insiden kanker orofaring dan kanker anus pada laki-laki juga menunjukkan tren peningkatan di berbagai negara dalam dua dekade terakhir.

Para pakar kesehatan menekankan bahwa vaksin HPV aman dan telah melalui uji klinis ketat sebelum digunakan secara luas. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti nyeri di tempat suntikan atau demam ringan.

Dengan rencana implementasi pada 2027, pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi yang masif kepada orang tua dan sekolah agar cakupan vaksinasi optimal. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menurunkan angka kanker terkait HPV dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. (World Health Organization, Centers for Disease Control and Prevention/Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi-TNI Berjibaku Padamkan Kebakaran 10 Hektare Lahan di Bengkalis
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kuasa Hukum Fatmawati: Laporan Putri Dakka ke Polda Murni Bisnis Bukan Politik
• 3 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Nostalgia 8 Jajanan Es Jadul Favorit Anak SD
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
TNI AL Gelar Latihan Anti Akses–Anti Amfibi, Amankan Timah dan LTJ Senilai Rp173,6 Miliar
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Bareskrim dan Bea Cukai Riau Tangkap Kurir Narkoba, 1 Paket Sabu Disita
• 14 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.