Anak pertama Purbaya, yakni Yuda Purboyo Sunu menjadi wisudawan lulusan program Teknik Mesin UI.
"Saya hadir bukan hanya sebagai menteri keuangan, tetapi juga sebagai orang tua mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda," kata Purbaya dikutip dari akun Instagram @menkeuri, Minggu, 15 Februari 2026.
Pada sambutannya, Purbaya bercerita tentang latar pendidikan sarjana sebagai seorang insinyur. Ia menyampaikan satu prinsip penting yang masih dipegangnya hingga hari ini.
"Seorang insinyur tidak boleh hanya melihat satu kabel saja, tetapi harus melihat seluruh rangkaian. Satu kegagalan bisa menimbulkan dampak rambatan," tegas Purbaya.
Itulah alasan kenapa akhirnya ia memilih melanjutkan pendidikan master dan doktoral di bidang ekonomi, yakni karena ingin memahami sistem yang lebih luas.
Kepada para wisudawan, Purbaya pun tak lupa berpesan bahwa merekalah yang nantinya akan menjadi para pelaku ekonomi dan menentukan masa depan bangsa Indonesia. "Oleh karena itu, ia berharap agar para wisudawan tetap menjaga semangat dalam meraih ilmu dan tak lupa mewariskannya kepada generasi berikutnya," terangnya.
Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Upacara Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, pada Sabtu, 14 Februari di Balairung UI Kampus Depok. Hadir dalam acara tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan dengan topik “Meniti Karier Pasca-Kampus: Membangun Generasi Muda yang Unggul Berintegritas untuk Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”.
Pada awal tahun ini, UI mencetak 4.428 lulusan yang terdiri atas 2.057 lulusan dari Program Sarjana dan Program Pendidikan Vokasi, serta 2.371 dari Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Dari jumlah tersebut, 1.459 lulusan berpredikat Cumlaude, sementara 256 lulusan berpredikat Summa Cumlaude.
Rektor UI, Heri Hermansyah, berharap para lulusan tidak hanya berbangga atas capaian akademik yang diraih, tetapi juga mampu menjadi insan yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing global. Ia menekankan bahwa gelar akademik merupakan amanah untuk terus belajar, berkontribusi, dan menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan bangsa.
“Lulusan UI diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, mengedepankan
nilai-nilai etika, kolaborasi, serta semangat inovasi dalam setiap langkah pengabdian dan profesionalitasnya,” ujar Heri.
Menurutnya, UI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar tembus peringkat 100 dunia sesuai amanah Presiden. Untuk itu, UI memperkuat internasionalisasi, kolaborasi riset, serta pengelolaan dana abadi. Dalam satu tahun kepemimpinan Rektor, dana abadi meningkat signifikan dari Rp193 miliar menjadi Rp260–280 miliar, dengan target Rp1 triliun dalam empat tahun. UI juga membentuk lembaga khusus untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana abadi secara profesional guna mendukung pendidikan, riset, inovasi, dan beasiswa.
Strategi peningkatan kualitas dilakukan melalui rekrutmen talenta unggul, termasuk dosen
diaspora dan peneliti internasional dengan skema professional hire, postdoctoral, tenure, dan
tenure track. UI menyiapkan pendanaan remunerasi yang kompetitif serta infrastruktur riset yang memadai agar mampu menarik dan mempertahankan peneliti bereputasi global. UI juga aktif menggandeng pemerintah dan lembaga pendanaan internasional.
Baca Juga :
Anak Kedua Anies Lulus dari UI, Begini Profil dan Jejak Pendidikan Mikail Azizi BaswedanCek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





