Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menurunkan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar hingga 5%, sebagai bagian dari upaya perseroan memperkuat pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk diketahui, program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera alias Mekaar merupakan layanan pembiayaan kelompok bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan, penurunan suku bunga merupakan pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar.
“Kami dari BRI Group mengambil sebuah langkah bersejarah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya,” ungkap Riko dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (15/2/2025).
Menurutnya, kebijakan ini merupakan keberpihakan nyata kepada para perempuan wirausaha ultra mikro di seluruh Indonesia. Riko mengatakan, kebijakan ini akan secara langsung menurunkan besaran angsuran yang dibayarkan nasabah sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.
Dia menambahkan, BRI Group ingin memastikan bahwa mereka dapat mengakses pembiayaan formal yang semakin terjangkau, berkelanjutan, serta mampu menjadi jembatan untuk naik kelas sehingga dapat memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga
- Purbaya Usul PNM Pindah dari BRI (BBRI) ke Kemenkeu, Bahas dengan Danantara
- PNM Raih Apresiasi Internasional Lewat Orange Bonds
- PNM Temani Perjalanan Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci
Riko menilai, inisiatif ini juga memperkuat perlindungan nasabah dari praktik kredit informal yang merugikan, termasuk maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi yang berpotensi membebani masyarakat kecil.
Di sisi lain, perseroan juga mendukung program Asta Cita Pemerintah serta target 3 Juta Rumah melalui ekosistem pembiayaan perumahan dan penguatan ekonomi rakyat.
Komitmen itu diwujudkan melalui pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai fasilitas kredit modal kerja bersubsidi dari pemerintah.
Melalui inisiatif tersebut, BRI Group mengharapkan dapat memperluas akses hunian layak sekaligus memperkuat pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/883161/original/030743300_1432298500-mui.jpg)