Perkuat Ekonomi Syariah, Agung Sedayu Gelar Ragam Program di Menara Syariah PIK 2

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan ekonomi syariah.

Dalam gelaran seminar nasional 'The International Seminar on Sharia Economics (ISSE) 2026 di Marketing Gallery PIK 2, Jakarta,' Nono menjelaskan bahwa langkah itu antara lain dilakukan dengan menghadirkan berbagai inisiatif konkret, salah satunya lewat kehadiran Menara Syariah di PIK 2.

Baca Juga :
Selesai Digelar, Berapa Nilai Transaksi IIMS 2026?
Purbaya Optimis Ekonomi RI Bakal Ekspansi dengan Sehat hingga 2033

"Nah, kami punya Menara Syariah. Ikon-nya untuk bagaimana pengembangan ekonomi syariah. Di sana banyak hal yang sudah dilakukan dan rencana ke depan, apalagi mendekati bulan suci Ramadan ini," kata Nono, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Nono Sampono, S.Pi.,M.Si Direktur Utama Agung Sedayu Group.
Photo :
  • Dokumentasi Agung sedayu Group.

Tak hanya itu, Dia memastikan bahwa berbagai kegiatan juga akan dilakukan di Menara Syariah ASG tersebut, seperti misalnya gelaran bazar bagi UMKM dan berbagai acara kepedulian bagi masyarakat kecil lainnya.

"Tentu akan diisi oleh berbagai kegiatan. Jadi ada performance misalnya bazar-bazar, kemudian juga UMKM, kemudian juga bagaimana kepedulian sosial terhadap masyarakat bawah. Ya, jadi semua juga kami lakukan," ujarnya.

Dia berharap, Indonesia mampu menjadi salah satu pusat dan magnet industri halal dunia. Karena sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta kekuatan ekonomi syariah yang telah menembus peringkat 10 besar global, Indonesia sejatinya memiliki modal besar untuk melesat lebih jauh.

"Namun, kita masih memerlukan mengembangkan pilar ekonomi syariah Indonesia untuk mencapai peringkat yang lebih baik lagi," kata Nono.

Dia menambahkan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidaklah ringan. Persaingan tidak hanya datang dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, tetapi juga dari negara dengan populasi Muslim minoritas.

Nono mencontohkan, sejumlah negara seperti Australia, Jepang, Thailand, India, hingga Brasil yang jumlah penduduk Muslimnya bahkan di bawah satu persen, namun tampil sebagai pemain utama dalam industri produk halal global.

"Ini khusus untuk Brasil ini bayangkan dengan umat Islam di bawah satu persen dia mampu membangun industri pakan halal terbesar di benua Amerika," kata Nono.

"Jadi, Amerika Serikat, Kanada, negara-negara Latin, cukup membuka pasar bagi Brasil untuk mengembangkan industri pakan syariah. Bahkan mampu menembus pasar di Saudi," ujarnya.

Baca Juga :
Meski Kejar Ekspansi Ekonomi, Purbaya Tegaskan Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen
BSN Gandeng UNS Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Nasional
Prabowo: Saya Percaya Ekonomi Kita Akan Sangat Baik Tahun Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penurunan Angka Kemiskinan Luwu Utara: Bupati Andi Abdullah Rahim Genjot Infrastruktur Jalan Wilayah 3T
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Cak Imin Kunjungi Wihara Avalokitesvara, Rayakan Imlek Bersama Tokoh Tionghoa
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pramono Wajibkan Ornamen Betawi di Seluruh Gapura Jakarta
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Mengenal Ilias Alhaft, Winger Bangkok United Keturunan Solo yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Imbas Polemik Wakaf Taqy Malik, WNI di Arab Saudi Mengaku Dipenjara 4 Hari
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.