REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendakwah Oki Setiana Dewi saat ini sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dia mengambil jurusan Ushuluddin. Meskipun telah menyelesaikan dua doktornya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Oki merasa belum cukup, hingga harus memboyong seluruh keluarganya untuk menuntut ilmu di Mesir sejak 2024.
Walaupun begitu, aktivitasnya di Tanah Air tetap berjalan. Sejak September 2025, ia menjadi dosen tetap pascasarjana manajemen pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Oki mengajar para mahasiswanya secara daring. Dia menikmati peran barunya kini menjadi seorang dosen, walau pada waktu yang bersamaan juga berstatus mahasiswi.
- Himpunan Dai Muda Susun Arah Baru Dakwah Nasional
- Potensi ZIS Rp 327 Triliun Belum Tergarap Maksimal, Kemenag Soroti Peran Dakwah
- Gelar Rakernas, Tilawati Perkuat Manajemen Dakwah di Era Disrupsi
Snjak tinggal di Mesir, Oki melakukan kegiatan safari dakwahnya di beberapa negara. Dia elakukan safari dakwah hanya pada saat liburan kuliahnya saja. Terbaru, ia memberikan ceramah agama di Indonesia Islamic Center London, Southampton University dan Edinburgh University Scotlandia.
Ini bukan kali pertama Oki berdakwah di Inggris. Tahun 2023 silam, Oki Setiana Dewi terlibat aktif dalam program English for Ulama, sebuah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan British Council dan Minhaj Welfare Foundation. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan "wajah Islam Indonesia" yang moderat, toleran, dan damai kepada publik di Inggris.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Pada liburan kuliahnya, Januari sampai Februari 2026, setelah selesai berceramah di Inggris, ia pun diterima baik di negara tetangga. Oki melanjutkan ceramahnya di hadapan ribuan jemaah di Malaysia dan di Singapura. Di liburan kuliahnya yang singkat, Oki juga menjadi juri bagi pemilihan dai di salah satu tv Malaysia berjudul Mualim Muda.
Kepergiannya ke Mesir tak lantas membuat langkah dakwahnya terhenti, justru semakin meluas. Beberapa negara lain mulai turut mengundangnya . "Saya minta maaf belum bisa memenuhi semua undangan dikarenakan saya ingin selalu hadir dalam setiap perkuliahan saya," katanya kepada awak media dikutip di Jakarta, Senin (16/2/2026)..
Oki juga memiliki pesantren tahfidz maskanul huffadz yang sudah berdiri sejak 2016 tahun di Indonesia, dan kini telah ada pula di Mesir. "Kesibukan sehari-sehari selain kuliah, mengajar di universitas secara daring, mengelola pesantren cabang Mesir, juga menulis buku," ujarnya.




