Capek Saingan Sama AI, Ramai-Ramai Gen Z Belajar Jadi Tukang

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi mengelas. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia — Kemajuan teknologi, khususnya kehadiran kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) memang sangat membantu berbagai aktivitas masyarakat. Namun, dibalik akses kemudahan hidup yang diberikan oleh AI ada ancaman lapangan pekerjaan atau profesi yang akan musnah.

Di tengah mengetatnya persaingan mencari kerja, kehadiran AI dapat menggantikan sejumlah pekerjaan tertentu termasuk profesi di perkantoran. Oleh karena itu sejumlah sekolah di Amerika Serikat mulai putar otak untuk mencari solusinya. 

Salah satunya adalah melakukan pekerjaan lama yang masih dapat dilakukan secara manual oleh manusia, seperti pertukangan hingga pengelasan.


Namun pengajarannya agak berbeda dengan kemampuan di masa lalu. Profesi itu akan memanfaatkan perkembangan zaman dengan mesin berteknologi tinggi.

SMA Middleton jadi salah satu yang mulai menerapkan pengajaran untuk profesi tersebut. Tak tanggung-tanggung, US$90 juta dikeluarkan oleh pihak sekolah untuk memperbarui laboratorium manufakturnya.

Akhirnya mereka memiliki lengan robot dengan pengendali yang berasal dari komputer. Cara kerja robot dapat langsung disaksikan di balik jendela kaca besar.

Baca: Bos Microsoft Ramal AI Gantikan Karyawan Kantoran dalam 18 Bulan

Kelas itu menyediakan beberapa pelajaran yang ada di tahun 1990-2000an. Yakni terkait konstruksi, manufaktur, dan pertukangan kayu.

Salah satu cara menarik minat siswa mempelajari profesi itu adalah dengan mengungkapkan penghasilan yang didapatkan. Guru bahasa Inggris dan instruktur pengelasan, Quincy Millerjohn mengatakan upah pekerja di pabrik baja berkisar US$41 ribu hingga US$52 ribu per jam (Rp 670 ribu hingga Rp 849 ribu).

Ternyata hasilnya cukup efektif. Kelas tersebut diikuti 2.300 siswa dalam beberapa tahun terakhir.

Konsultan pendidikan pemerintah bagian Wisconsin, John Mihm mengatakan AI jadi alasan ketertarikan pada keahlian pertukangan muncul lagi. Teknologi itu ditakutkan dapat menggantikan profesi para pekerja kantoran.

"Ada pergeseran paradigma. [Pekerjaan tangan] kini adalah pekerjaan dengan keahlian tinggi dan gaji tinggi sehingga menarik buat banyak orang, karena mereka langsung melakukan segalanya sendiri," kata Mihm.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Digitalisasi Bikin Bisnis F&B RI Lebih Canggih Dari Malaysia Cs

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berlari untuk Kemanusiaan, Febby Rastanty Siap Meriahkan Kemala Run 2026 di Bali
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sultan Ibrahim tegaskan tidak ada toleransi untuk korupsi di Malaysia
• 1 menit laluantaranews.com
thumb
Tak Ingin Rayakan Ramadan dengan Denada, Ressa Rossano Pilih Ibu Angkat: Tetap Sama Mama Ratih
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Israel Sahkan Status Tanah Negara di Tepi Barat
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Putusan Inkrah Sejak Desember 2025, Kejati Sulsel Didesak Segera Eksekusi Mira Hayati
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.