Jakarta, tvOnenews.com - Penunjuk wasit Liga Italia, Gianluca Rocchi, mengakui kesalahan Federico La Penna dalam laga Derby d’Italia. Inter Milan diuntungkan di laga kontra Juventus karena keputusannya.
I Nerazzurri menaklukkan Bianconeri dengan skor 3-2 dalam pertandingan terbaru kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Gol Piotr Zielinski menentukan kemenangan tim tuan rumah di Stadio San Siro.
Namun, kemenangan itu sangat dipengaruhi oleh keputusan wasit Federico La Penna. Dia mengartu merah Pierre Kalulu dalam suatu insiden kontroversial menjelang jeda turun minum.
- REUTERS/Daniele Mascolo
Kalulu dikartu kuning karena dianggap telah melanggar Alessandro Bastoni. Itu merupakan kartu kuning keduanya, dan La Penna tidak bisa mencabut keputusan melalui VAR karena peraturan tidak mengizinkannya.
Bastoni, di sisi lain, bereaksi dengan berselebrasi atas kartu merah Kalulu. Mantan wasit Liga Italia, Luca Marelli, dan media-media Italia menilai sang bek Inter telah melakukan diving.
Penunjuk wasit Gianluca Rocchi menjadi sorotan hingga disindir direktur sepak bola Giorgio Chiellini setelah pertandingan. Rocchi bahkan diminta mundur karena banyaknya insiden kontroversial di Liga Italia musim ini.
Berbicara kepada Ansa, Rocchi mengakui kesalahan La Penna dalam peristiwa tersebut. Dia mengakui bahwa Bastoni telah mencoba untuk melakukan diving dan sukses memperdaya La Penna.
Namun, dia juga pasang badan untuk La Penna. Sebab, ada banyak pihak yang mencoba untuk memperdaya wasit di lapangan melalui diving.
“Kami benar-benar meminta maaf tentang insiden itu. Untuk keputusan La Penna, yang sangat jelas salah, dan untuk fakta bahwa kami tidak bisa menggunakan VAR untuk memperbaikinya,” kata Rocchi kepada Ansa.
“La Penna bersalah dan kami bertanggung jawab untuknya, namun saya harus katakan kebenarannya kepada kalian bahwa dia bukan satu-satunya yang membuat kesalahan: karena yang terjadi kemarin sudah jelas diving. Ada banyak yang mencoba untuk memperdaya kami,” tambahnya.
Imbas dari insiden ini bisa berlanjut lebih jauh seperti pengubahan peraturan. Protokol baru dari VAR berpotensi untuk mengoreksi kesalahan akibat kartu kuning kedua setelah Kalulu menjadi korban.



