EtIndonesia. Hujan deras dan angin kencang yang dipicu oleh sistem tekanan rendah yang terus menguat menyebabkan banjir besar di Pulau Utara Selandia Baru. Bencana ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia, ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, sejumlah jalan ambruk, dan warga terpaksa mengungsi.
Pada Sabtu, 15 Februari 2026, para peramal cuaca memperingatkan bahwa badai yang lebih kuat masih akan melanda wilayah tersebut, terutama pada malam hari, sebelum kondisi cuaca berangsur membaik keesokan harinya.
Menurut laporan media setempat, hujan lebat mulai mengguyur sebagian besar wilayah Selandia Baru sejak 13 Februari, memicu banjir di berbagai daerah. Prakiraan menyebutkan kondisi terburuk diperkirakan terjadi pada malam 15 Februari, dengan intensitas hujan dan angin yang lebih ekstrem.
Otorohanga Tetapkan Status Darurat
Pemerintah setempat pada 15 Februari secara resmi menetapkan status darurat di Otorohanga, wilayah pertanian berpenduduk sekitar 10.000 jiwa yang terletak sekitar 180 kilometer di selatan kota terbesar Selandia Baru, Auckland.
Dewan Distrik Otorohanga melalui pernyataan di Facebook menyebutkan bahwa tim geoteknik bekerja sepanjang malam untuk menilai kondisi tanah longsor dan memeriksa stabilitas struktur jalan yang terdampak.
Sementara itu, perusahaan energi Powerco mengumumkan melalui situs resminya bahwa sekitar 2.452 rumah di Pulau Utara masih mengalami pemadaman listrik.
Pada 15 Februari 2026, rekaman yang diambil oleh drone dari atas Otorohanga menunjukkan besarnya skala banjir. (Cuplikan video)Korban Jiwa dan Pengungsian
Otoritas menyampaikan bahwa pada 14 Februari, seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil yang terendam banjir. Hingga kini, sekitar 80 orang telah dievakuasi dan ditempatkan di pusat-pusat darurat.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan cuaca dan memperingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah aliran sungai.
Dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan badai lanjutan, masyarakat di Pulau Utara diminta menghindari perjalanan yang tidak mendesak serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat. (Jhon)
Sumber : NTDTV.com





