Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan, terjadi lonjakan signifikan pada kinerja ekspor Industri Kecil Menengah (IKM) sektor kerajinan, sebagai bukti kuat bahwa produk sektor itu semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.
Data dari Pusat Data dan Informasi Kemenperin mencatat, nilai ekspor kerajinan pada kuartal III-2025 mencapai US$305,54 juta, melonjak signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$173,5 juta.
Hal itu diakuinya turut ditopang dukungan promosi dan fasilitasi pemerintah, seperti di ajang Inacraft menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi IKM kerajinan.
"Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri,” kata Agus dalam keterangannya, Senin, 16 Februari 2026.
- Dok. Pertagas
Sebagai bagian dari upaya untuk lebih memacu kinerja ekspor IKM kerajinan, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), memfasilitasi delapan IKM binaan untuk mengikuti Pameran Inacraft 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026.
Agus optimistis, dukungan terhadap pameran dan promosi akan memperkuat daya saing IKM nasional, melalui perluasan akses pasar, penguatan branding, serta pembukaan peluang kemitraan dan transaksi bisnis berkelanjutan.
“Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga produk-produk yang ditampilkan tidak hanya mempresentasikan standar kualitas dan inovasi terbaik dari pelaku IKM tetapi juga mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya nusantara,” ujarnya.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita menjelaskan, delapan IKM yang difasilitasi yakni Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.
Produk yang ditampilkan antara lain kerajinan tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas berbahan serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, serta kerajinan dari limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,” kata Reni.





