Pantau - Kementerian Perindustrian mencatat lonjakan signifikan kinerja ekspor industri kecil menengah sektor kerajinan dengan nilai mencapai 305,54 juta dolar AS pada triwulan III 2025 sebagai bukti produk semakin kompetitif di pasar global.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, capaian tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 173,5 juta dolar AS.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan dukungan promosi dan fasilitasi pemerintah seperti pada ajang Inacraft 2026 menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi IKM kerajinan.
Agus menyatakan, "Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri,".
Sebagai upaya memacu kinerja ekspor, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka memfasilitasi delapan IKM binaan mengikuti Pameran Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026.
Agus menyatakan, "Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga produk-produk yang ditampilkan tidak hanya mempresentasikan standar kualitas dan inovasi terbaik dari pelaku IKM tetapi juga mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya nusantara," tuturnya.
Delapan IKM Catat Transaksi Rp338,16 JutaDirektur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan delapan IKM yang difasilitasi yaitu Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.
Produk yang ditampilkan meliputi kerajinan tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas berbahan serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, serta kerajinan dari limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Reni menyatakan, "Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,".
Selama pelaksanaan Inacraft 2026, total transaksi penjualan dari delapan IKM yang difasilitasi mencapai Rp338,16 juta.
Reni menyatakan, "Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat agar dapat meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia di mata konsumen nasional maupun internasional,".
Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM dan menegaskan pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk serta mengukur respons pasar.



