AS-Iran Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir di Swiss

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan terkait program nuklir Negeri Mullah tersebut di Jenewa Swiss pekan ini.

AS-Iran Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir di Swiss. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan terkait program nuklir Negeri Mullah tersebut di Jenewa Swiss pekan ini.

Dilansir dari AFP pada Senin (16/2/2026), pembicaraan lanjutan itu akan digelar pada Selasa besok. Swiss dan Oman akan menjadi mediator.

Baca Juga:
Negosiasi AS-Iran Alot, Pentagon Siap Tambah Kapal Induk di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berangkat ke Jenewa pada Minggu kemarin. Selain melakukan perundingan dengan AS, dia juga akan menemui pemimpin Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

AS dan Iran memulai kembali pembicaraan awal bulan ini. Putaran pertama digelar di Oman pada 8 Februari.

Baca Juga:
Trump Ancam Kerahkan Kapal Induk Kedua Jika Gagal Berunding dengan Iran

"Pembicaraan nuklir Iran-AS akan diadakan secara tidak langsung pada Selasa dengan mediasi dan bantuan Oman," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan.

Salah satu isu utama pembicaraan tersebut ialah persediaan uranium yang diperkaya 60 persen milik Iran. Jumlahnya diprediksi mencapai lebih dari 400 kilogram. 

Baca Juga:
Harga Minyak Stabil, Ketegangan AS-Iran Masih Membayangi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong pemindahaan seluruh pasokan uranium yang diperkaya milik Iran. Dia juga mendesak pembongkaran infrastruktur pengayaan uranium di Negeri Mullah itu.

 "Seharusnya tidak ada kemampuan pengayaan uranium, bongkar peralatan dan infrastruktur yang memungkinkan pengayaan," katanya dalam pidato di Yerusalem.

Sementara itu, Teheran menyatakan siap untuk berkompromi terkait persediaan uraniumnya jika Washington mencabut sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi negara tersebut.

"Jika kita melihat ketulusan dari pihak mereka (Amerika), saya yakin kita akan berada di jalur menuju kesepakatan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi kepada BBC.

Pembicaraan terbaru ini terjadi setelah Washington mengancam Teheran dengan tindakan militer dan mengerahkan kelompok kapal induk ke wilayah tersebut menyusul tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah bulan lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Kemenag: Sudah Jadi Pilihan Utama
• 1 jam laludisway.id
thumb
Tiket Kereta Lebaran 2026 Masih Tersedia, 1,3 Juta Sudah Terjual
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Potret Sinkhole di Aceh Membesar, Ladang Pertanian Amblas
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Oxford United vs Sunderland, Penalti Habib Diarra Pastikan Kemenangan The Black Cats
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Risiko Ini Bikin Waswas Usai Sungai Cisadane Tercemar Pestisida
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.