jpnn.com, JAKARTA - Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari mengecam aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel.
Dia mengatakan tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan dan bentuk teror brutal terhadap rakyat Papua.
BACA JUGA: Penembak Pesawat Smart Air Diduga KKB Batalion Kanibal dan Semut Merah
“Penembakan hingga tewas awak pesawat sipil yang menjalankan misi pelayanan publik adalah tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Perbuatan keji KKB ini merupakan bentuk teror bersenjata yang menyasar warga sipil tidak bersalah,” kata Noor Azhari, Senin (16/2).
Menurutnya, pesawat perintis dan awak penerbangan di Papua justru menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.
BACA JUGA: Jenazah Capt. Enggon Korban Penembakan Smart Air Tiba di Rumah Duka Tangsel
"Karena itu, serangan terhadap pilot dan kopilot sama artinya dengan menyerang kepentingan hidup rakyat Papua sendiri," ujarnya.
Noor Azhari menilai kekerasan tersebut bukan insiden tunggal, tetapi telah berulang kali dan menunjukkan pola kekerasan sistematis dengan menyasar warga sipil, tenaga pelayanan publik, hingga aparat keamanan.
BACA JUGA: Jenazah Kopilot Smart Aviation Korban KKB Dimakamkan di TPU Pondok Kelapa
“Ini adalah kejahatan kemanusiaan nyata yang melampaui batas konflik apa pun di muka bumi ini,” tegasnya.
Dia mendesak negara untuk bertindak tegas, terukur, dan konsisten, guna menghentikan teror bersenjata yang terus memakan korban sipil.
“Rakyat Papua berhak hidup aman dan bermartabat tanpa bayang-bayang teror senjata. Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee, menegaskan bahwa dari sudut pandang hak asasi manusia, aksi penembakan KKB sama sekali tidak dapat dibenarkan.
“Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Keberadaan maskapai penerbangan dan aparat keamanan di Papua adalah untuk melayani masyarakat, bukan musuh,” ujar Max Ohee.
MRP juga menyoroti rangkaian aksi kekerasan lain yang dilakukan KKB, termasuk penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo serta anggota TNI di Mimika yang semakin menegaskan karakter KKB sebagai ancaman serius bagi keselamatan rakyat Papua.(mcr8/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Detik-Detik Prajurit TNI Selamatkan 18 Karyawan Freeport yang Terjebak oleh KKB
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra



