Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Presiden Donald Trump guna menandatangani kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS serta menghadiri pertemuan kepala negara penandatangan Board of Peace.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto memaparkan bahwa Presiden Prabowo direncanakan hadir di AS pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani perjanjian dagang dengan AS atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Hal ini salah satunya dibahas pada pertemuan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, yang turut dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kediaman pribadi Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada akhir pekan lalu. Pertemuan ini digelar sebelum Kepala Negara bertolak ke AS hari ini, Senin (16/2/2026).
"Pertemuan membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART)," ujar Haryo melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).
Selain penandatanganan ART, yang merupakan hasil negosiasi panjang tarif impor antara RI dan AS, rangkaian kegiatan Prabowo turut meliputi pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha kedua negara.
Pada pertemuan di Hambalang kemarin, Prabowo disebut menekankan pentingnya memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan terukur menjelang sejumlah agenda internasional dalam waktu dekat.
Baca Juga
- Jelang Pertemuan Prabowo-Trump soal Tarif, Kadin Titip Ini Diprioritaskan
- Prabowo Bertolak ke AS, Intip Deretan Agendanya!
- Menilik Daya Danantara Capai Target Prabowo, Return on Asset 7%
Presiden ke-8 itu mengarahkan agar setiap perundingan harus memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah juga diarahkan memastikan posisi tawar Indonesia tetap kuat dan tidak merugikan kepentingan nasional.
Tidak hanya itu, Prabowo turut mengingatkan agar setiap kebijakan ekonomi memberikan manfaat nyata dan dapat segera dirasakan masyarakat Indonesia. Fokus kebijakan tidak hanya pada kesepakatan formal, tetapi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri, dan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Melalui keterangan resmi, Haryo mengatakan bahwa secara substansi negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).
Pembebasan Bea Masuk ASDalam kerangka kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen membebaskan bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS.
Sementara itu, AS menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, serta memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.
Selain agenda perdagangan, kunjungan Prabowo turut ditujukan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026.
Pemerintah disebut memandang momentum itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Menutup keterangannya, Haryo menyampaikan optimisme pemerintah terhadap hasil kesepakatan tersebut. Dia juga menambahkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah berangkat terlebih dahulu ke AS untuk melakukan persiapan dan menyambut kehadiran Presiden Prabowo.
"Hadirnya para menteri bidang ekonomi di Hambalang sebelum keberangkatan Presiden merupakan bentuk konsolidasi akhir agar posisi Indonesia solid dalam perundingan. Kami berharap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia," pungkasnya.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F15%2Ff0829ff6cc79c5999864d7bb356a033a-20251215TOK10.jpg)



