Islam memang tidak mewajibkan anak-anak untuk puasa Ramadan, namun tak ada salahnya untuk mengajarkan kebiasaan ini sejak dini. Ya Moms, latihan puasa sejak dini bisa membantu anak untuk lebih mudah mengamalkannya ketika sudah akil balig nanti.
Namun yang perlu ditekankan adalah, jangan mengajak anak puasa dengan paksaan, ya. Penting juga untuk melihat kesiapan fisik si kecil, agar kondisinya tetap sehat dan bugar, sehingga tidak sakit saat puasa.
Dokter spesialis anak yang juga expert kumparanMOM dr. Reza Fahlevi, Sp.A (K), menyebut tidak ada patokan pasti umur berapa anak bisa diajari berpuasa. Namun setidaknya di umur 5 tahun, anak sudah bisa diajak berpuasa.
Agar momen puasa terasa menyenangkan bagi anak, yuk simak beberapa tips di bawah ini1
Tips agar Anak Semangat PuasaAjak Anak Tentukan Menu Sahur dan Buka
Cobalah melibatkan si kecil dalam proses sehari-hari selama bulan Ramadan agar ia bisa menikmati serunya berpuasa. Mulai dari menentukan menu, sampai menyiapkan hidangan buka puasa. Biarkan ia berkreasi saat menyusun makanan yang hendak disajikan di meja makan.
Sajikan Menu Bergizi dan Lezat
Buatkan menu sajian yang menggugah seleranya. Tidak ada salahnya juga untuk menanyakan langsung kepada anak menu yang mereka inginkan dan tetap pastikan agar nutrisinya tetap seimbang.
Biarkan Anak Puasa Bertahap
Bila anak memang masih sangat kecil, orang tua dapat mengajarkan untuk melakukan puasa secara bertahap. Misalnya, boleh makan saat jam 12 siang dan kemudian puasanya dilanjutkan kembali. Seiring berjalannya waktu, geser terus waktu berbukanya menjadi waktu buka puasa normal.
Catat Progres Anak Setiap Hari
Buat kalender warna-warni untuk mencatat target dan pencapaian puasa. Setiap hari mereka bisa menyelesaikan puasa dengan baik, tempelkan stiker bintang pada kalender dan tuliskan kata-kata penyemangat.
Cara ini bisa membuat anak bangga atas usaha mereka dan mendorong mereka untuk lebih semangat berpuasa.
Beri Apresiasi!
Sebaiknya hindari memarahi anak yang belum mampu puasa seharian penuh. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan dukungan agar ia termotivasi untuk melakukan yang lebih baik keesokan harinya. Berikan ia pujian atas setiap usaha yang dilakukan si kecil.
Selain itu, selama tidak berlebihan, orang tua juga boleh memberikan hadiah untuk anak saat Hari Raya Idul Fitri sebagai apresiasi atas perjuangannya menjalani puasa.





