Bisnis.com, JAKARTA — Survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan bahwa tingkat kepuasan warga Jawa Barat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM di sejumlah bidang memang tinggi. Namun, terdapat pekerjaan rumah (PR) yang juga dinilai mesti dientaskan.
Survei Indikator Politik Indonesia tersebut dilakukan pada 30 Januari–8 Februari 2026 terhadap 800 responden dengan margin of error sekitar 3,5%. Hasilnya menunjukkan kepuasan warga terhadap Pemprov Jawa Barat dalam menjalankan sejumlah urusan wajib tergolong tinggi.
Pada penyediaan jaringan listrik, tingkat kepuasan mencapai 92%, meningkat dibandingkan survei tahun sebelumnya yang sebesar 89%. Kepuasan terhadap penyediaan jaringan komunikasi, termasuk telepon dan internet, tercatat 90%. Sementara itu, kepuasan atas peningkatan kualitas jalan dan jembatan mencapai 86%, serta layanan kesehatan bagi masyarakat sebesar 85%.
Namun, survei juga mencatat sejumlah bidang dengan tingkat kepuasan relatif rendah yang dinilai menjadi PR bagi Pemprov Jawa Barat. Kepuasan terhadap pengembangan usaha kecil atau usaha rakyat berada di angka 64%. Untuk urusan jaminan sosial bagi warga kurang mampu, tingkat kepuasan tercatat 60%, disusul kualitas tenaga kerja 58%.
Adapun kepuasan terhadap pengentasan kemiskinan hanya mencapai 51%. Pembinaan koperasi di masyarakat berada di angka 50%, sedangkan kemudahan akses permodalan menjadi yang terendah dengan tingkat kepuasan 49%.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, terdapat sejumlah variabel ekonomi yang secara detail masih dipersepsikan kurang baik oleh warga Jawa Barat. “Ada beberapa bidang yang tingkat kepuasan kinerja Pemprov lebih kecil di antaranya pengentasan kemiskinan. Ini jadi PR. Meskipun, dibandingkan survei sebelumnya ada peningkatan,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/2/2026).
Baca Juga
- Reaksi Dedi Mulyadi Setelah Lembaga Indikator Sebut Tingkat Kepuasan Gubernur Jabar Capai 95,5%
- Intip Tabel Harga Buyback Emas Antam Hari Ini (16/2) Jelang Malam Imlek 2026
- Tinggal 3 Hari, Surat Utang ORI029 Masih Tersisa Rp13,34 Triliun
Survei juga memotret persepsi warga terhadap kondisi ekonomi secara umum. Sebanyak 42,9% responden menilai kondisi ekonomi berada pada tingkat sedang. Sebanyak 34,8% menilai kondisi ekonomi baik dan 3,9% sangat baik. Di sisi lain, 15,7% responden memandang kondisi ekonomi buruk dan 2,2% menilai sangat buruk.
Untuk penilaian terhadap figur gubernur, survei menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi terhadap Dedi Mulyadi. Sebanyak 95,5% responden menyatakan sangat puas dan cukup puas. Rinciannya, 35,8% merasa sangat puas dan 59,7% cukup puas, sementara sekitar 4% responden menyatakan kurang puas.
Tingkat kepuasan tersebut meningkat dibandingkan survei tahun lalu yang sebesar 94,7%, dengan responden yang merasa kurang puas tercatat 4,1%.
Burhanuddin menilai tingginya kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi mencerminkan persepsi positif terhadap pelaksanaan pemerintahan secara keseluruhan. Menurut dia, pada fase awal kepemimpinan, tingkat kepuasan publik umumnya menghadapi tantangan dan kerap mengalami penurunan.
“Memang menjadi kompleks dan jadi tantangan sendiri, karena baseline terlalu tinggi. Untuk mempertahankan saja sudah bagus, di beberapa tempat tidak mudah mempertahankan setinggi ini. Di atas 95% sangat tinggi,” kata Burhanuddin.





