Turbo Lag Potensi Picu Kekacauan, McLaren Minta FIA Bertindak Sebelum F1 2026 Dimulai

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - McLaren memperingatkan adanya potensi bahaya serius pada prosedur start Formula 1 musim 2026. Mereka pun mendesak agar aturan diubah demi alasan keselamatan.

Isu keselamatan ini mencuat setelah tes pramusim pertama di Bahrain. Para pembalap kini harus memutar mesin dengan putaran jauh lebih tinggi dan dalam durasi lebih lama setelah kopling diaktifkan. 

McLaren di F1 2025
Sumber :
  • REUTERS/Daniel Cole

Tanpa MGU-H, turbo lag menjadi lebih terasa, sehingga para pembalap terlihat menggeber mesin hingga 10–15 detik sebelum start.

Situasi ini dikhawatirkan membuat start balapan menjadi lebih kacau dan sulit diprediksi, seperti yang terlihat pada akhir hari terakhir tes. McLaren termasuk tim yang paling vokal mendorong perubahan cepat.

Team principal McLaren, Andrea Stella, menegaskan bahwa isu ini tidak ada kaitannya dengan performa kompetitif.

"Kami tidak sedang membicarakan seberapa cepat Anda di kualifikasi. Kami tidak membicarakan bagaimana kecepatan balap Anda. Kami membicarakan keselamatan di grid," ujar Stella dilansir dari laman Crash.

“Ada beberapa hal yang jauh lebih besar daripada kepentingan kompetitif. Bagi saya, memastikan keselamatan di grid, yang bisa dicapai dengan penyesuaian sederhana, adalah hal yang jelas tak perlu diperdebatkan.

"Kami harus memastikan prosedur start memungkinkan semua mobil memiliki unit tenaga yang siap digunakan, karena grid bukanlah tempat di mana Anda ingin melihat mobil lambat saat mulai bergerak.

“Ini lebih penting daripada kepentingan kompetitif apa pun. Jadi, saya pikir semua tim dan FIA harus bersikap bertanggung jawab terkait apa yang diperlukan.”

Pembalap McLaren, Oscar Piastri, bahkan menyebut kondisi ini bisa menjadi situasi yang mengancam jika tidak segera diperbaiki.

“Perbedaan antara start bagus dan buruk tahun lalu hanya soal sedikit wheelspin atau reaksi yang terlambat,” kata Piastri.

“Tahun ini bisa seperti balapan F2 di mana Anda hampir masuk ke mode anti-stall. Anda bukan cuma kehilangan lima meter. Anda bisa kehilangan enam atau tujuh posisi jika start tidak berjalan baik.

“Masalahnya juga apakah kami menggunakan mode lurus saat start atau tidak, karena saya rasa sekumpulan 22 mobil, dengan downforce ratusan poin lebih sedikit, terdengar seperti resep menuju bencana bagi saya.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Pagi Ini, Jarak Luncur 1 Km
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Cahaya Obor Terangi Singkawang, Ramadan dan Imlek Disambut Penuh Harmoni
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Modus PO Minyak Goreng Murah di Depok, Puluhan Korban Alami Kerugian Capai Miliaran Rupiah
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Menko Cak Imin: 106 Ribu BPJS PBI Penyakit Katastropik Sudah Aktif Lagi
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Apa itu Nego Neko? Cobain Yuk Keseruannya di Shopee!
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.