FAJAR, MAKASSAR – Pelatihan Muballigh(ah) Muda yang digelar di MIS Al Ikhlas Balebo, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, menyoroti urgensi dakwah melalui tulisan sebagai metode efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Sekretaris Umum DPD BKPRMI Luwu Utara, Lukman Hamarong, menegaskan bahwa dakwah bil qalam memiliki jangkauan luas dan daya tahan lebih lama dibandingkan metode dakwah lainnya.
Lukman menjelaskan bahwa dakwah bukan hanya soal orasi di mimbar masjid, melainkan juga kemampuan menyampaikan pesan keislaman melalui tulisan yang menyejukkan di berbagai platform media sosial. Ia memaparkan tiga metode komunikasi dakwah yang harus dikuasai, yakni dakwah bil hal (melalui perilaku), dakwah bil lisan (melalui ucapan), dan dakwah bil qalam (melalui tulisan).
Kepala UPT Pariwisata Kabupaten Luwu Utara ini menekankan bahwa dakwah bil qalam tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa pengetahuan dan keahlian menulis artikel dakwah seperti berita Islami, opini, cerita religius, dan publikasi ceramah.
“Dakwah ialah suatu kegiatan yang dijalankan oleh siapa pun dalam konteks mengajak, menyeru, dan memanggil orang lain untuk berbuat baik yang dilakukan secara kontinyu dengan maksud mengubah perilaku seseorang dari tidak baik jadi baik, serta dari baik menjadi lebih baik, dan menuntunnya ke jalan Allah SWT,” jelas Lukman.
Ia juga mengutip ayat pembuka Surah Al Qalam, “Nuun wal qalami wamaa yasthuruun. Demi pena, dan apa yang mereka tuliskan,” untuk menegaskan betapa pentingnya tulisan sebagai media dakwah.
“Suara kita pasti akan hilang setelah ceramah selesai kita lakukan, namun tulisan akan tetap abadi serta dapat dibaca dari generasi ke generasi. Inilah pentingnya Dakwah Bil Qalam,” beber Lukman di hadapan 212 peserta yang terdiri dari siswa MA, SMA, SMK, MTs, dan SMP se-Luwu Utara.
Lukman mendorong peserta untuk mengasah kemampuan menulis dan memperbanyak literasi bacaan Islami serta mendengarkan ceramah para ulama sebagai teladan dalam ucapan, tindakan, dan tulisan. “Ilmu itu ibarat buruan, dan tulisan itu ibarat ikatannya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat,” pungkasnya mengutip Imam Syafi’i.
Pelatihan yang berlangsung interaktif dan komunikatif ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berdiskusi seputar dakwah bil qalam, dengan tidak kurang dari sepuluh peserta aktif mengajukan pertanyaan meski waktu terbatas.
Melalui pelatihan ini, Lukman berharap lahirnya penulis muda yang mampu mengisi ruang publik dengan narasi positif sekaligus membentengi umat dari konten negatif di dunia maya. (shd/*)





