Gawat, Ratusan Ribu Warga Jakarta Obesitas

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni mengatakan 579.812 orang dari 1.720.658 mengalami obesitas sentral.

Puji mengatakan angka tersebut didapatkan saat warga Jakarta melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

BACA JUGA: Dari Obesitas Jadi Inspirasi, Ricky Cuaca Sukses Besarkan Ricus Secret

"Sekitar 33,7 persen (dari orang yang diperiksa lingkar perut) mengalami obesitas sentral," kata Sri Puji Wahyuni dikutip Selasa (17/2).

Puji melanjutkan, dari 446.116 orang yang dilakukan pemeriksaan, 423.521 orang atau 94,94 persen dinyatakan kurang aktivitas fisik.

BACA JUGA: Cara Mencegah Obesitas pada Anak dengan Pola Hidup Aktif

Adapun hingga Oktober 2025, jumlah yang mendaftar program CKG di Provinsi DKI Jakarta tercatat sebanyak 2.770.691 orang, dan yang telah dilayani sebanyak 2.561.747 orang, atau setara dengan 92,46 persen dari total pendaftar.

Puji menyebut dari hasil pemeriksaan temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik.

Puji mengatakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memperluas kegiatan skrining faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui dua pendekatan.

Pertama, sosialiasasi dan penguatan pelayanan fasilitas kesehatan di seluruh puskesmas di Jakarta.

Kemudian kedua, pendekatan melalui komunitas di Posyandu, lingkungan kerja, sekolah, agar skrining bisa menjangkau lebih luas, dan lebih dekat dengan warga.

Puji mengatakan, Dinas Kesehatan DKI juga mengadakan program untuk mengajak masyarakat bergaya hidup sehat termasuk "Jakarta Berjaga" (Bergerak, Bekerja, Berolahrga dan Bahagia) yang sudah memasuki tahun kedua.

Peserta harus menyelesaikan tantangan melangkah minimal 7500 langkah per hari selama tiga minggu (21 hari) berturut turut.

Dengan Jakarta Berjaga diharapkan lahir kebiasaan sehat di kalangan warga Jakarta yaitu berjalan kaki minimal 7500 langkah per hari.

Program lainnya yang juga dihadirkan yakni "Challenge Downgrade, Ukuran Bajumu" yang mengajak masyarakat hidup lebih sehat dengan cara sederhana, namun bermakna yakni dengan menurunkan ukuran baju.

"Maksudnya bukan hanya soal penampilan, tetapi mengurangi berat badan berlebih, memperbaiki kebugaran, dan menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung serta komplikasinya," kata Puji.

Kemudian, menerapkan pola makan sehat dengan konsep "Isi Piringku" setiap hari, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, serta melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan satu minggu sekali selama tantangan berlangsung.

Puji menambahkan Dinas Kesehatan DKI juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui Puskesmas, Rumah Sakit serta melalui berbagai media sosial terkait gaya hidup sehat.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insanul Fahmi Curhat Sulit Bertemu Anak, Sang Buah Hati Minta Ayahnya Cepat Pulang
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Ramadan di Masjid Istiqlal: Sediakan 5.000 Takjil-Iktikaf
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ternyata Sajadah Model Begini Bisa Merusak Pahala Shalat Berjamaah di Masjid Kata Buya Yahya
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
44 Napi Konghucu Dapat Remisi Khusus pada Imlek 2026
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menko Cak Imin Minta Pemda Proaktif Mutakhirkan Data PBI JKN
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.