Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang Sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengenai situasi Timur Tengah, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Menteri Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina di New York, Amerika Serikat.
Pertemuan berlangsung hangat namun sarat pesan diplomatik. Selain membahas perkembangan terbaru kondisi Palestina, kedua pihak menyoroti peluang proses perdamaian serta langkah konkret komunitas internasional di tengah konflik yang masih berlangsung.
Mengawali pembicaraan, Menlu Sugiono menegaskan posisi Indonesia yang konsisten sejak lama yakni dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan realisasi Solusi Dua Negara.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Menlu Sugiono, dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).
Wakil Tetap Palestina, Riyad Mansour, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menlu RI di New York. Ia menilai langkah Indonesia memperkuat solidaritas internasional dan mendorong tindakan nyata PBB di tengah situasi sulit rakyat Palestina.
Ia bahkan menegaskan hubungan kedua bangsa bukan sekadar diplomasi formal, tetapi historis.
Indonesia, menurutnya, memiliki tempat khusus bagi rakyat Palestina sejak lahirnya Dasasila Bandung tahun 1955 yang menjadi fondasi solidaritas negara-negara berkembang.
Pertemuan juga membahas implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), terutama pembentukan Board of Peace dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Mansour meyakini Indonesia dapat memainkan peran penting dalam dua agenda tersebut untuk mendorong realisasi Solusi Dua Negara.
Langkah diplomasi RI tidak berhenti di tingkat menteri. Sugiono juga mengungkap rencana Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Board of Peace di Washington D.C. pekan ini bersama sejumlah pemimpin dunia.
Pertemuan tersebut melibatkan negara-negara “Kelompok 8” yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan yang aktif mendorong perdamaian Gaza.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkas Menlu.




