Potensi Perbedaan Awal Puasa di Indonesia, MUI: Yang Penting Tasamuh

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyoroti potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 H.

Menurut dia, perbedaan merupakan hal biasa yang harus disikapi dengan penuh kearifan dan bijaksana. 

Advertisement

BACA JUGA: BMKG: Hilal di atas 3 Derajat, Awal Ramadan 1447 H Berpotensi Jatuh pada 18 Februari 2026

Buya Amirsyah menuturkan, terdapat dasar argumentasi normatif yang menyebabkan perbedaan. Namun hal itu tetap bersandar pada bukti kuat dan empiris berdasarkan fakta di lapangan melalui tiga pendekatan. 

"Pertama, bayani (teks/wahyu) melalui metode pemahaman yang berbasis pada teks keagamaan (Alquran dan Hadis) serta seringkali memiliki keragaman (khilafiyah) namun penuh rahmat," kata Buya Amirsyah seperti dikutip dari situs resmi MUI, Selasa (17/2/2026). 

Kedua, lanjut Buya Amirsyah adalah Irfani yakni metode didasarkan pada pendekatan intuisi, pengalaman langsung (kasyf/pengalaman batin). 

"Ketiga, burhani digunakan untuk memahami hikmah, konteks dan manfaat ilmiah," jelas Buya Amirsyah.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragedi di Tanjung Perak dan Mahalnya Kelalaian
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ramai Kediaman Jokowi Berubah Nama Jadi ‘Tembok Ratapan Solo’ di Google Maps
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap 8 Jukir Liar di Tanah Abang: Patok Tarif Rp 60-100 Ribu
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Diproyeksi Tertahan di 8.300, Peluang Penguatan masih Terbuka
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Puasa sebagai Gerakan Sosial
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.