JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil pemantauan hilal di puncak Monumen Nasional telah diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat penentuan awal bulan Ramadhan.
Kepala Bidang Urusan Agama Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Robi Fadil Muhammad, mengatakan laporan hasil rukyat dari enam titik pemantauan di wilayah DKI Jakarta sudah dikirimkan menjelang waktu magrib.
“Hari ini dari enam titik pemantauan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dibuatkan berita acara dan langsung dikirimkan ke Kementerian Agama pusat yang sedang melakukan sidang isbat,” ujar Robi usai pengecekan hilal menggunakan teleskop di Puncak Monas, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 18.24 WIB.
Baca juga: Kanwil Kemenag DKI: Hilal 1 Ramadhan Berpotensi Tak Terlihat di Monas
Berdasarkan data hisab, ijtima terjadi pada pukul 19.01.01 WIB dengan tinggi hilal saat matahari terbenam minus 0 derajat 41 menit 38 detik dan elongasi 1 derajat 2 menit 23 detik. Umur bulan tercatat 0 jam.
Mengacu pada kriteria MABIMS, hilal dinyatakan berpotensi terlihat apabila memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
“Menurut kriteria MABIMS, hilal belum terlihat karena masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memenuhi syarat keterlihatan,” kata Robi.
Ia menegaskan faktor utama hilal tidak dapat diamati bukanlah kondisi cuaca, melainkan posisi geometris bulan yang masih berada di bawah ufuk.
“Walaupun cuaca cerah, kalau hilal masih di bawah ufuk tetap tidak mungkin terlihat,” ujar dia.
Seluruh laporan hasil rukyat dari daerah di Indonesia akan dihimpun dalam sidang isbat yang dipimpin Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan hijriah secara resmi.
Robi menyebut hasil pengamatan dari enam titik di Jakarta menunjukkan kondisi serupa, yakni hilal tidak terlihat karena masih berada di bawah ufuk.
Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Jakarta, Keputusan Awal Ramadhan Tunggu Sidang Isbat
“Keputusan akhir tetap menunggu sidang isbat dari laporan seluruh wilayah Indonesia, dan nanti Kementerian Agama yang akan menyampaikan penetapan resminya,” ujar dia.
Rukyatul hilal di Monas dilakukan mulai pukul 18.20 WIB menggunakan teleskop astronomi, theodolite, serta kamera digital tracking, dengan verifikasi visual langsung oleh perukyat bersumpah.
Persiapan pemantauan sendiri telah dimulai sejak pukul 16.00 WIB dengan menyiapkan instrumen pengamatan di seluruh titik rukyat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




