Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengancam menindak tegas pelaku kekerasan dan tawuran berkedok Sahur on The Road (SOTR) selama bulan suci Ramadhan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ia menegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme, termasuk kelompok remaja yang membawa senjata tajam dengan dalih kegiatan sahur bersama di jalanan.
Advertisement
“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran, khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok Sahur On The Road. Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Bogor,” ujarnya di Cibinong, Selasa.
Polres Bogor telah menyiapkan langkah preventif melalui patroli sahur berskala besar yang digelar rutin selama Ramadhan.
Patroli tersebut menyasar lokasi-lokasi rawan tawuran, balap liar, serta lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hingga dini hari.
Langkah ini untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman tanpa gangguan ketertiban umum.
Selain penindakan, Polres Bogor juga mengedepankan upaya pencegahan dengan melibatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.




