Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp16.866 pada hari ini, Rabu (18/2/2026) usai libur Imlek. Pada saat bersamaan, greenback terpantau bergerak di zona hijau
Mengutip Bloomberg hingga pukul 09.05, rupiah ditutup turun sebesar 29 basis point atau 0,17% menuju level Rp16.755 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,18% ke posisi 97,198.
Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya yang turut melemah adalah Yen Jepang sebesar 0,12%, dolar Singapura turut melemah sebesar 0,01%, Peso Filipina ikut terdepresiasi sebesar 0,11%. Selanjutnya, yuan China turun melemah sebesar 0,05%, diikuti rupee India melemah 0,03%.
Kontras, won Korea menguat sebesar 0,01, ringgit Malaysia juga menguat 0,23%, baht Thailand menguat 0,08%. Sementara itu, dolar Hong Kong stagnan.
Direktur Traze Andalan Ibrahim Assuaibi memperkirakan perdagangan rupiah pada Rabu (18/2/2026) di rentang Rp. 16.830- Rp.16.860.
Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS untuk bulan Januari, yang dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia. Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar Federal Reserve untuk suku bunga.
Dari dometik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi akan berada di kisaran 5% pada 2026, di tengah perlambahan ekonomi Asia, dan global secara umum. Secara prinsip, pelonggaran kebijakan moneter berpotensi masih akan berlanjut, seiring tren inflasi global yang mereda, dan sikap bank sentral dunia yang cenderung tetap akomodatif.
Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai keberlanjutan konsumsi swasta serta efektivitas realisasi investasi. Namun, dalam jangka menengah, Indonesia dinilai memiliki fundamental yang kuat.





