Saat membeli produk kosmetik, kita sering fokus pada klaim manfaat, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa. Padahal, ada satu informasi penting lain yang kerap luput diperhatikan, yaitu Period After Opening (PAO). Keduanya sama-sama berkaitan dengan keamanan produk, tetapi memiliki fungsi yang berbeda dan sama pentingnya dalam menjaga kesehatan kulit.
Memahami perbedaan PAO dan tanggal kedaluwarsa bisa membantu kita menggunakan produk kecantikan dengan lebih aman, efektif, dan terhindar dari risiko iritasi hingga infeksi.
Apa Itu Period After Opening (PAO)?Period After Opening atau PAO adalah penanda waktu aman penggunaan produk kecantikan setelah kemasannya dibuka. Informasi ini biasanya ditandai dengan simbol gambar jar terbuka disertai angka dan huruf ‘M’ (month/bulan), seperti 6M, 12M, atau 24M. Artinya, produk tersebut aman digunakan selama 6, 12, atau 24 bulan setelah dibuka.
PAO menjadi penting karena saat kosmetik sudah terbuka, produk mulai terpapar udara, bakteri, jamur, dan kontaminasi dari tangan atau alat aplikasi. Seiring waktu, kondisi ini bisa menurunkan kualitas formula dan meningkatkan risiko masalah kulit. Menggunakan produk melewati batas PAO bisa membuat manfaatnya berkurang, bahkan berisiko memicu iritasi.
Mengapa PAO Penting Diperhatikan?Begitu dibuka, produk kecantikan tidak lagi berada dalam kondisi steril. Skincare atau makeup yang digunakan terlalu lama bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Akibatnya, kulit bisa mengalami jerawat, kemerahan, hingga infeksi.
Produk seperti maskara dan eyeliner termasuk yang paling berisiko. Area mata sangat sensitif, sehingga bakteri dari produk yang sudah melewati PAO dapat menyebabkan iritasi atau infeksi mata. Selain itu, beberapa kandungan aktif dalam skincare juga mudah teroksidasi setelah terpapar udara, sehingga PAO membantu memastikan produk tetap bekerja optimal.
Bedanya PAO dan Tanggal KedaluwarsaMeski sering dianggap sama, PAO dan tanggal kedaluwarsa sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. PAO menunjukkan batas aman penggunaan setelah produk dibuka, sementara tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas aman penggunaan produk selama kemasan masih tertutup.
Tanggal kedaluwarsa biasanya ditulis dalam format bulan dan tahun, dan berlaku untuk produk yang belum pernah dibuka. Jika produk sudah melewati tanggal kedaluwarsa, sebaiknya tidak digunakan sama sekali, meskipun kemasannya masih tersegel. Sementara itu, produk yang masih jauh dari tanggal kedaluwarsa tetap harus dibuang jika sudah melewati batas PAO.
Risiko Kontaminasi Produk Kecantikan yang Sudah DibukaSebuah studi yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health pada 2024 meneliti kontaminasi mikroba pada produk kecantikan yang sudah dibuka dan digunakan bersama di salon wanita di Iran. Dari 320 sampel kosmetik yang diteliti, sebanyak 56,25 persen terkontaminasi mikroba.
Produk skincare mencatat tingkat kontaminasi tertinggi, sementara produk makeup mata lebih rendah, namun tetap berisiko. Mikroba yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Keduanya dapat menghasilkan zat berbahaya yang memicu peradangan, merusak skin barrier, hingga menyebabkan infeksi jamur pada kulit.
Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan produk kecantikan yang sudah lama dibuka, apalagi digunakan bergantian, dapat membawa dampak yang buruk bagi kesehatan.
Cara Mengurangi Risiko KontaminasiUntuk menjaga keamanan produk kecantikan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Hindari berbagi produk dengan orang lain, terutama untuk skincare dan makeup mata. Simpan produk di tempat yang sejuk dan kering agar tidak memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
Selain itu, biasakan mencatat atau mengingat kapan produk pertama kali dibuka. Jika sudah melewati masa PAO, sebaiknya produk dibuang meskipun tekstur dan aromanya masih terlihat normal. Langkah kecil ini bisa membantu menjaga kulit tetap sehat dan terhindar dari masalah yang tidak perlu.





