TABLOIDBINTANG.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini terasa berbeda bagi Sarwendah. Tidak ada balutan warna merah, tak terdengar tabuhan barongsai, dan suasana berlangsung lebih hening dari biasanya.
Hal itu terjadi karena ayahnya, Hendri Klow, belum genap satu tahun meninggal dunia. Meski tetap berkumpul bersama keluarga besar, Sarwendah memilih merayakan Imlek secara sederhana di kediamannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (17/2) petang.
"Iya jadi memang karena Yeye (sapaan sang ayah) belum setahun meninggal, jadi nggak ada perayaan meriah. Cuma sederhana aja makan sama keluarga besar," kata Sarwendah.
Wanita berusia 36 tahun itu mengungkapkan, sebelum memutuskan bentuk perayaan, ia sempat berdiskusi dengan beberapa ahli Tionghoa agar tidak keliru menjalankan tradisi.
"Jadi sempat tanya-tanya gimana kami merayakan imlek, katanya boleh aja tapi gak boleh pakai busana berwarna merah," ucapnya.
Tak hanya busana, aturan tersebut juga berlaku untuk angpao. Mantan istri Ruben Onsu ini tetap membagikan angpao kepada keluarga, namun tanpa amplop merah.
"Kan angpao itu tradisi ya, kita juga tanya. Katanya juga boleh kasih angpao cuma tidak boleh pakai amplop berwarna merah, jadi gaboleh ada merah," jelasnya.
Kekasih Giorgio Antonio tersebut juga harus memberi pengertian kepada anak-anaknya soal absennya barongsai yang biasanya hadir setiap tahun.
"Kan setiap tahun ada barongsai ya. Ya aku cuma bilang ke anak-anak kalau barongsainya gabisa, biar mereka juga tidak mengharapkan," ungkapnya.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F15%2Fb87456a2657cf0adda9a302cf19b83dd-WhatsApp_Image_2026_02_15_at_16.32.50.jpeg)