jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut hasrat Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) untuk berkuasa sangat besar.
Menurut Dedi, Wapres RI Gibran Rakabuming Raka yang juga putra Jokowi, akan didorong berkontestasi pada Pilpres 2029 meski tidak dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
BACA JUGA: Ungkap Peran Jokowi soal Revisi UU KPK, Gus Falah: Sangat Lucu!
"Membaca hasrat kekuasaan Jokowi, Gibran potensial tetap diusung, dengan Prabowo maupun tidak, meskipun bisa jadi itu fase terakhir dari kekuasaan Jokowi," kata dia melalui layanan pesan, Rabu (18/2).
Dedi menilai Gibran sangat mungkin bisa diusung pada 2029 dengan PSI menjadi partai yang akan mendukung.
BACA JUGA: Peluang Teddy Jadi Cawapres Prabowo Menguat, Gibran atau AHY Bisa Tersingkir
"PSI dipastikan menjadi Parpol utama pengusung Gibran, terlebih jika nir ambang batas dijalankan," ujarnya.
Namun, kata Dedi, Gibran sulit menang pada 2029 ketika tak bersama Prabowo, karena nilai jual eks Wali Kota Solo itu yang kurang serta pengaruh Jokowi yang menurun.
BACA JUGA: Pengamat Sebut Teddy Punya Potensi Dipilih Prabowo Jadi Cawapres Ketimbang Gibran
"Gibran bukan kandidat yang mudah "dijual", pengaruh Jokowi sendiri tidak lagi sama seperti 2024," ujarnya.
Dedi menilai Gibran sulit menang melawan Prabowo. Bahkan, Anies Baswedan andai ketiga nama itu berhadapan sebagai Capres 2029.
"Sangat sulit menghadapi Prabowo atau bahkan Anies jika berhasil kembali diusung," ujarnya.
Toh, kata Dedi, nama lain seperti Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Seskab Teddy Indra Wijaya punya nilai jual yang kuat pada 2029.
"Tokoh muda semisal AHY atau Teddy potensial mengemuka termasuk diwacanakan mendampingi Prabowo," katanya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Bangunan Liar di Jalur Puncak Bogor Dibongkar
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




