Pengamat: Cuaca ekstrem di periode mudik Lebaran perlu diantisipasi

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dan kebijakan publik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengungkapkan cuaca ekstrem pada periode mudik Lebaran tahun ini perlu diantisipasi secara serius.

"Ini tentu mudik yang perlu diantisipasi dengan serius. Karena kita tahu cuaca akibat perubahan iklim itu terjadi cuaca ekstrem di mana-mana terjadi bencana yang tidak diduga dan butuh antisipasi yang tadi sangat serius, antisipasi yang terencana dengan baik, yang komprehensif," ujar Ujang saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, lalu lintas di jalan tol nanti itu membuat masyarakat terjamin keselamatan dan kenyamanannya.

"Kalau sesuatu itu sudah direncanakan sejak awal maka tadi ketertiban itu bisa terjadi. Mudik juga bisa aman tertib dan lancar jaya seperti itu. Jadi saya melihatnya bahwa sarannya betul-betul direncanakan secara bertahap dan secara komprehensif soal pengamanan mudik itu," katanya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang melakukan pergerakan perjalanan pada angkutan Lebaran Idul Fitri 2026.

Dudy mengatakan jumlah tersebut berdasarkan survei angkutan Lebaran 2026 yang telah dilakukan kementerian itu untuk mengidentifikasi preferensi dan mengukur persepsi masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Dia menyampaikan pihaknya telah mengoordinasikan kesiapan angkutan Lebaran pada Rapat Tingkat Menteri, di Kantor Pusat Kementerian Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan.

Untuk melayani pergerakan masyarakat tersebut, Menhub mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sarana angkutan Lebaran di antaranya 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan.

Adapun, lanjut Menhub, jumlah sarana transportasi yang sudah melalui ramp check antara lain angkutan darat sebanyak 19.376 unit, angkutan laut 485 unit, angkutan penyeberangan 19 unit, angkutan udara 392 unit, serta perkeretaapian 2.177 unit.

Menhub menambahkan, selain penyediaan sarana dan prasarana transportasi, Kementerian Perhubungan juga telah melakukan persiapan lain yaitu program stimulus diskon tiket transportasi, Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta Surat Keputusan Bersama Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang.



Baca juga: Pengamat: Jalur arteri Pantura dan Pansela bisa jadi alternatif mudik

Baca juga: DKI larang tiket Mudik Gratis 2026 dijual atau dipindahtangankan

Baca juga: Kemenhub tambah kapal mudik Lebaran di pelabuhan alternatif Banten




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibayangi Tekanan Fiskal, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.884 per USD
• 18 menit laluidxchannel.com
thumb
Dari Longsor Salju di Swiss hingga Topan di Madagaskar, Dunia Masuki Mode Bencana
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Kemenkeu Kucurkan Tambahan TKD Rp10,56 Triliun untuk 67 Daerah di Aceh, Sumut dan Sumbar
• 2 jam laludisway.id
thumb
Pengamat Sebut PDIP Untung Besar Jika Usung Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2029
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Hayek, Mises, dan Ilusi Mesin yang Maha Tahu
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.