Pandawara Ikut Bersih-bersih di Pantai Bali, Sampah Didominasi Plastik-Stirofoam

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pandawara Group, komunitas bersih-bersih sampah, ikut membersihkan sampah di Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (18/2).

Sampah di Bali ini disorot oleh Presiden Prabowo. Dia meminta Pemda untuk segera membereskan masalah sampah ini.

Salah satu anggota Pandawara, Gilang Rahma, mengatakan Pantai Kelan secara kasat mata terlihat cukup bersih. Namun tetap terdapat sampah yang berbentuk kecil seperti mikroplastik.

Maka itu, apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka sampah mikroplastik ini menjadi ancaman berbahaya bagi ekosistem di masa depan.

"Cuma tadi kami menemukan beberapa sampah-sampah ataupun butiran-butiran kecil, mikroplastik gitu, sampah-sampah potongan kecil yang tidak terlihat, yang mana sampah seperti itu ketika emang tidak ditanggulangi dengan cepat dan tepat, itu tentu akan jadi berbahaya juga gitu ke depannya," katanya.

Selain itu, sekitar 90 persen sampah di Pantai Kelan yang berhasil dikumpulkan berupa stirofoam dan plastik berukuran kecil.

"Plastik sama stirofoam. Mostly itu. Hampir 90% didominasi oleh plastik dan stirofoam gitu. Kalau sampah organik even, meskipun banyak, tapi efek berbahayanya tuh tidak seberbahaya sampah anorganik," tuturnya.

Gilang menilai perlu kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk menangani sampah kiriman di Pantai Kelan. Apalagi, Pantai Kelan merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang dikenal bersih di Bali.

"Harus ada sinergitas. Masyarakat harus mulai mau memilah sampah dari rumah dan mengurangi produk sekali pakai. Di sisi lain, ia juga mendorong institusi terkait untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih merata di seluruh wilayah," katanya.

Pantauan kumparan, Pantai Kelan kini tampak bersih dan pemandangannya tampak indah akibat petugas dan sejumlah relawan bergotong royong mengangkut sampah.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sebelumnya mengatakan, jumlah sampah terkumpul di sepanjang pantai Kabupaten Badung mencapai 25-30 ton per hari. Hal ini disebabkan meningkatnya sampah kiriman di tengah curah hujan dan angin muson Barat.

Adi Arnawa mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi agar pantai-pantai tak dipenuhi sampah. Yakni, menyediakan sekitar 71 armada pengangkutan sampah dan 300 petugas di sepanjang pantai.

Petugas akan dibuatkan jadwal berjaga di sepanjang pantai sehingga setiap kali sampah datang mereka langsung mengangkutnya. Warga juga diimbau memilah sampah berbasis sumber dan tak membuang sampah sembarangan atau ke sungai-sungai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Catat! Ini Jadwal Rekayasa Lalin Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Besok Hari Pertama Puasa Ramadan, Simak Jadwal Imsak dan Salat Wilayah Jakarta
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
12 Manfaat Daun Singkong bagi Kesehatan, Bisa Melancarkan Pencernaan
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Keramas Bersama dan Sukacita Sambut Ramadhan
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Berhenti Makan Lebih Dini Membantu Melawan Lemak Tubuh 
• 11 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.