TNI Soroti Sawah di Tapteng Tertimbun Lumpur 2 Meter, Usul Program Cetak Sawah

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon memaparkan perkembangan pemulihan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Dalam rapat koordinasi dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2), Richard menyebut pemulihan infrastruktur harus dilakukan paralel dengan penanganan wilayah hulu agar pembangunan tidak kembali rusak akibat hujan berintensitas tinggi.

“Jadi dari teman-teman PU mengatakan bahwa proses pemulihan jembatan ini harus paralel. Dengan hulunya. Jadi hulunya dulu kita perbaiki,” ujar Richard.

Jembatan Kembali Rusak Usai Hujan Deras

Richard mengungkapkan, hujan deras kembali mengguyur Tapteng pada 16 Februari 2026 dan berdampak pada sejumlah jembatan yang masih dalam tahap pembangunan.

“Kami sampaikan informasi terakhir update situasi terkini kemarin di Tapteng, bahwa itu tanggal 16 Februari itu terjadi hujan. Dengan intensitas cukup tinggi yang menyebabkan beberapa jembatan-jembatan yang dalam proses pembangunan itu kembali dibawa oleh banjir,” katanya.

Ia menilai dibutuhkan keputusan agar status penanganan bisa memungkinkan pembangunan dilakukan secara paralel.

“Namun, ada diskusi di lapangan dengan teman-teman, bahwa kalau saat ini masih masa transisi di Tapanuli Tengah,” ujar Richard.

“Sementara dari teman-teman PU ini untuk membangun itu harus pada tahap pemulihan. Sehingga di sini kami laporkan juga kepada Bapak Kasatgas, perlunya ada keputusan bahwa ini harus bisa segera dilakukan secara paralel,” lanjutnya.

Akses Jalan Mulai Terbuka

Meski belum sepenuhnya pulih, sejumlah akses jalan yang sebelumnya tertutup longsor mulai dibuka.

“Pada tanggal 16 sampai dengan tadi malam, jalan-jalan beberapa yang longsor di beberapa titik dan lokasi Tapanuli Tengah sudah berangsur bisa dibuka jalannya,” ujarnya.

Akses logistik dan mobilitas personel juga mulai berjalan, meski terbatas untuk kendaraan kecil.

“Yang paling penting lalu lintas personel, lalu lintas logistik sudah bisa berjalan walaupun masih mobil kecil yang bisa melintas. Tapi ini cukup membantu,” katanya.

Sawah Tertimbun Lumpur 2 Meter

Richard juga melaporkan kondisi lahan pertanian yang tertutup lumpur setinggi dua meter, bahkan bercampur batu.

"Mungkin kami sampaikan kepada Bapak Menteri Pertanian bahwa di wilayah Tapanuli Tengah khususnya itu sedimen lumpur itu menggenangi area persawahan itu bisa setinggi 2 meter. Nah, di dalam sedimen lumpur itu ternyata juga terdapat batu. Jadi kalau langsung ditanam, ini mungkin tidak maksimal," kata Richard.

"Nah, laporan dan saran dari teman-teman di lapangan, kalau bisa jangan program operasi lahan di sana, optimalisasi lahan," tuturnya.

Menurutnya, biaya untuk mengangkat lumpur tersebut sangat besar. Karena itu, ia mengusulkan program cetak sawah sebagai solusi.

"Karena ini biaya dan anggarannya tidak cukup untuk mengangkat lumpur yang cukup tinggi tersebut. Kalau bisa kami laporkan kepada bapak pimpinan sesuai dengan saran di lapangan, program yang mereka sarankan adalah program cetak sawah. Jadi dengan anggaran yang banyak, mereka bisa angkat lumpur, lalu ini bisa masuk ke dalam penanganan," kata Richard.

Ia menegaskan pemulihan membutuhkan kerja bersama lintas instansi agar aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan distribusi logistik, dapat kembali normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Analis Soroti Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima Kota, Staf Ahli Kapolri: Banyak Lainnya!
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Ketua Komisi III: Polisi-Buruh Dulu Kayak Tom and Jerry, Kini Bak Teletubbies
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
94 Ribu Ha Sawah Terdampak Bencana Sumatera, Amran: Stok Pangan Aman 3 Bulan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Validitas dan Kebenaran dalam Logika
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Setengah Abad di Sengkang, Galeri 22 Kini Menyasar Makassar
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.