Imlek Kuda Api, William Lauren Tekankan Semangat Akselerasi Seimbang Dengan Kepedulian Lingkungan

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Momentum Tahun Baru Imlek 2026 dimaknai sebagai dorongan untuk memperkuat semangat perjuangan sekaligus menjaga keseimbangan dengan lingkungan.

Anggota DPRD Makassar dari etnis Tionghoa, William Lauren, menilai filosofi Imlek tahun Kuda Api tidak hanya berbicara soal kecepatan dan kekuatan, tetapi juga tanggung jawab ekologis di tengah situasi sosial dan ekonomi yang dinamis.

Menurutnya, semangat akselerasi yang disimbolkan kuda harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam dan lingkungan.

Kondisi cuaca ekstrem dalam satu hingga dua tahun terakhir menjadi pengingat pentingnya membangun kesadaran kolektif agar pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap ramah lingkungan.

“Ini Imlek tahun ini, dengan masuk tahun Imlek di Kuda Api, memang kita lebih menguatkan dari sisi semangat kita dengan kekuatan kuda yang luar biasa. Mudah-mudahan kita juga bisa lebih berjuang, lebih kuat dalam menghadapi situasi termasuk ekonomi dan hal-hal lain,” katanya saat ditemui FAJAR di Jl Hertasning, Selasa, 5 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa percepatan atau akselerasi harus berparalel dengan penciptaan iklim lingkungan yang terjaga.

Menurutnya, alam yang rusak justru akan menghambat laju pembangunan dan aktivitas manusia.

“Tetapi yang menjadi tolok ukur juga adalah bahwa akselerasi ini harus berparalel dengan bagaimana kita menciptakan iklim lingkungan yang betul-betul kita bisa jaga,” ujarnya.

William juga memaknai Imlek sebagai momentum refleksi dan rasa syukur, sekaligus penguatan silaturahmi.

Nilai kebersamaan dinilai penting agar masyarakat tidak berjalan sendiri, melainkan bersama keluarga, kerabat, dan seluruh elemen sosial.

“Sebenarnya Imlek ini maknanya adalah bagaimana kita merasakan mengucapkan rasa syukur karena memasuki musim semi di mana kita akan mulai melakukan panen apa segala macam,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Makassar sekaligus bagian dari komunitas Tionghoa dan organisasi PSMTI, William melihat adanya perkembangan positif dalam pembauran sosial di Makassar. Ia menilai sekat-sekat yang dulu terasa kini mulai memudar.

“Alhamdulillah, puji Tuhan bahwa sekat-sekat itu sudah mulai hilang karena beberapa kegiatan-kegiatan dari pemuda-pemuda Tionghoa dan sebagainya itu, itu melibatkan OKP-OKP yang lain dan ini bersinergi dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas komunitas dalam kegiatan sosial dan kebencanaan menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat.

Menurutnya, tren positif ini perlu terus dijaga sebagai modal sosial untuk merawat harmoni di Makassar. (an)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sara Duterte Umumkan Maju Nyapres Filipina 2028
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Tetapkan Karyawan BUMD Tersangka Perambahan Hutan di Bengkalis Riau
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kabar Duka dari Bandung: Ibunda Wali Kota Muhammad Farhan Tutup Usia
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Kucurkan Rp72 Miliar untuk Salurkan Daging Sapi kepada Korban Bencana Aceh
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkeu Purbaya Kritik Bank Syariah, KNEKS: Industri Sedang Berbenah
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.