Tiga Konfederasi Buruh Tetap Dukung Polri di Bawah Presiden, Ini Alasannya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tiga konfederasi buruh terbesar di Indonesia yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Hadir dalam rapat tersebut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, serta Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban. Mereka diterima langsung oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.

Baca Juga :
Terkuak! Hubungan Eks Kapolres Bima AKBP Didik dengan Aipda Dianita, Polwan yang Dititipi Koper Isi Narkoba
AKBP Didik Jadi Tersangka Narkoba, Hukumannya Dinilai Harus Lebih Berat dari Warga Biasa

Dalam kesempatan itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan kegelisahan kalangan buruh terhadap situasi yang membuat Polri terus berada dalam sorotan dan tekanan.

"Kegelisahan kami pimpinan buruh, karena Polri begitu dipojokkan. Kami bukan mengatasnamakan rakyat walaupun secara faktual kami memiliki jutaan massa buruh. Namun sebagai bentuk dukungan, kami telah melakukan Ikrar Buruh di Tugu Proklamasi belum lama ini," kata Andi Gani.

Andi Gani menegaskan, terdapat empat poin dalam Ikrar Buruh tersebut. 

Pertama, mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan. Kedua, mendukung Polri tetap berada di bawah presiden sebagai amanah reformasi. Ketiga, mekanisme fit and proper test calon Kapolri tetap berada di DPR RI. Keempat, mendorong pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

Menurut Andi Gani, dukungan buruh terhadap Polri juga didasari langkah konkret institusi tersebut dalam membela kepentingan pekerja.

Ia menyoroti pembentukan desk ketenagakerjaan oleh Polri, yang disebutnya sebagai yang pertama di dunia.

"Baru Pak Kapolri Listyo Sigit menginisiasi desk ketenagakerjaan dan akhirnya desk ini berhasil menyelesaikan 144 kasus ketenagakerjaan di Indonesia, hampir semua 70% RJ. Desk ketenagakerjaan ini juga menjadi contoh bagaimana ada desk khusus yang mengawal kasus-kasus buruh," ungkapnya. 

Untuk itu, Andi Gani meminta agar Polri harus tetap di bawah Presiden karena itu amanah reformasi yang tidak bisa ditekan oleh sekelompok orang. 

"Saya berani nyatakan itu karena sekelompok orang itu mengatasnamakan siapa? Karena kami yang punya basis massa jutaan saja tidak berani mengatasnamakan rakyat, kami hanya berani atasnamakan diri kami sendiri," ucap dia.

Baca Juga :
Oknum Polri Terlibat Narkoba Harus Dihukum Dua Kali Lipat
FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri
Habiburokhman: AKBP Didik Putra Kuncoro Harus Dihukum Berat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perayaan Imlek Penuh Harmoni dan Keberagaman di Hotel Borobudur Jakarta
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Lima Abad DKI Jakarta, Rano ingin Imlek-Ramadhan Tahun Depan Lebih Meriah
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Korelasi Terbalik Antara Kekuatan Militer AS dan Partai Komunis Tiongkok di Tahun 2025
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Kesepakatan Dagang AS-Jepang Mulai Berjalan, Investasi Awal Tembus US$36 Miliar
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
ORI029 Masih Tersisa Rp12,22 Triliun Sehari Jelang Penutupan
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.