Tantang Dominasi AS, Uni Eropa Gandeng Indo-Pasifik Jajaki Aliansi Dagang Raksasa

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Uni Eropa bersama 12 negara anggota Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) tengah menjajaki pembentukan aliansi ekonomi besar lintas kawasan, sebagaimana dilaporkan media AS Politico.

Mengutip sejumlah sumber diplomatik, laporan yang dipublikasikan melalui platform X pada Senin, 16 Februari 2026, menyebutkan bahwa blok Eropa dan blok Indo-Pasifik itu telah memulai pembicaraan awal untuk membentuk salah satu aliansi ekonomi terbesar di dunia.

Baca Juga :
Dibanding Negara Tetangga, Purbaya sebut Rasio Utang RI 40 Persen dari PDB Masih Aman
Soal Usulan Kenaikan PPh 21 dari IMF, Purbaya: Sebelum Ekonomi Kuat, Tarif Pajak Tak Berubah

Langkah ini mencuat di tengah ancaman tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump. Kanada disebut memimpin inisiatif tersebut setelah Perdana Menteri Mark Carney bulan lalu menyerukan negara-negara berpendapatan menengah agar bersatu menghadapi tekanan perang dagang global.

Uni Eropa dan CPTPP berencana memulai negosiasi tahun ini guna merancang kesepakatan yang akan mempererat integrasi rantai pasok para anggota utama—termasuk Kanada, Singapura, Meksiko, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Australia—dengan pasar Eropa.

Inisiatif yang diperkirakan melibatkan sekitar 40 negara itu bertujuan menyepakati aturan asal barang (rules of origin), yakni ketentuan yang menentukan kewarganegaraan ekonomi suatu produk dalam perdagangan internasional. Kesepakatan tersebut juga diharapkan memungkinkan produsen di kedua blok bertukar barang dan komponen secara lebih bebas melalui skema tarif rendah.

"Pekerjaan ini jelas sedang berjalan," ujar seorang pejabat pemerintah Kanada kepada Politico.

Dibentuk pada 2018, CPTPP saat ini beranggotakan 12 negara: Kanada, Meksiko, Peru, Chile, Jepang, Vietnam, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Sementara itu, Indonesia telah menyatakan minat untuk bergabung pada September 2024, dengan proses aksesi yang diharapkan dapat dimulai tahun ini.

Baca Juga :
Aturan Baru Ini Dinilai Bisa Ganggu Rantai Ekonomi Rakyat
Idrus Marham Sebut Golkar Dukung Penuh Diplomasi Bebas Aktif Prabowo di AS
Hakim AS Gagalkan Rencana Trump Depotasi Mahasiswa Palestina

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendikdasmen: 746 Sekolah di Sumatera Teken PKS Revitalisasi Pascabencana
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Banjir Bandang di Gunungkidul, Belasan Rumah Rusak
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
TNI Klaim Tak Pernah Mundur dari Zona Bencana, DPR Minta Rehabilitasi Sumatera Dipercepat
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
14 Hari Operasi Semeru, Satlantas Polres Jember Catat Ribuan Pelanggaran
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Gunung Semeru Kembali Erupsi Malam Ini, Kolom Abu Meletus 800 Meter dari Puncak
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.