Solo: Sebanyak 17 anak dan remaja diamankan aparat kepolisian lantaran terlibat perang sarung di kawasan perbatasan Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Aksi dua kelompok remaja tersebut terjadi di Jalan Kencur, Kampung Sawahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Beruntung, peristiwa itu belum sempat menimbulkan korban luka karena keburu dipergoki warga yang merasa terganggu. Kasat Res PPA dan PPO **Polresta Surakarta**, Kompol Ratna Karlina, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar ada kejadian perang sarung antara dua kelompok di bawah umur. Sebanyak 17 anak dibawa warga ke Kelurahan Jayengan, kemudian kami bawa ke Polsek Grogol, Sukoharjo, yang menjadi lokasi TKP perang sarung, lalu ke Mako Polresta,” kata Ratna, Selasa, 17 Februari 2026.
Baca Juga :
Tawuran Maut di Makasar Jaktim, Polisi Tangkap 16 AnakBerdasarkan kronologi, dua kelompok remaja itu bersepakat menggelar perang sarung pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Aksi direncanakan berlangsung dini hari di Kampung Sawahan, Kecamatan Grogol.
Belasan anak remaja diamankan polisi karena perang sarung di Kampung Sawahan yang berhasil dibubarkan warga setempat. ( Dok Polresta Surakarta )
Kelompok pertama yang berjumlah lebih sedikit datang lebih awal ke lokasi. Sementara kelompok kedua memiliki jumlah massa lebih banyak. Namun aksi tersebut gagal terlaksana setelah warga memergoki dan melaporkannya ke polisi.
“Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak cepat mengamankan,” ujar Ratna.
Kapolresta Surakarta, Catur Wahyono Wibowo, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama menjelang Ramadan. Menurutnya, momen tersebut kerap dimanfaatkan remaja untuk berkumpul menjelang atau seusai sahur yang berpotensi memicu tindakan berisiko. (MI/WJ)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5457666/original/097704300_1767013656-Persija_Jakarta_vs_Bhayangkara_FC.jpg)


