Legislator PDIP Harap Tak Ada Lagi Rasisme Bagi Pendatang di Bali

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI, Nyoman Parta mengharapkan masyarakat Bali untuk menjauhkan diri dari rasisme.

Dia menilai masih banyak aksi rasisme yang ditujukan umumnya kepada pendatang yang ingin bekerja.

BACA JUGA: Hasto: Bagi PDIP, Koalisi Permanen Itu Dengan Rakyat

“Memang ada oknum pendatang yang kerap melakukan tindak kriminal, membuat keonaran, dan tak jarang mengusik orang Bali, sehingga lahir istilah seperti 'nas berit' dan 'dauh tukad',” ungkap Nyoman Parta.

Selain itu, kata dia, banjar atau desa adat secara sembunyi-sembunyi telah mengambil sikap tegas dengan melarang masyarakat adat pemilik kosan, kontrakan, dan pengusaha menerima pendatang.

BACA JUGA: Instruksi Megawati, PDIP Beri Penghargaan Sukarelawan Sumatra

“Masyarakat adat sangat menjaga kesucian wilayah, kadang keonaran ini masuk dalam kategori 'mengotori wilayah adat', dan untuk menyucikannya kembali, perlu digelar upacara adat, yang memakan waktu dan biaya yang relatif besar,” jelas dia.

Namun, Nyoman Parta menyayangkan istilah-istilah seperti ‘dauh tukad’ hingga ‘nas berit’ membuat xenophobia di Bali makin banyak.

“Di Bali sendiri, kasus ini banyak bermunculan terutama ditujukan kepada warga pendatanng,” kata dia.

Nyoman Parta mengaku memahami kegelisahan yang dirasakan masyarakat Bali atas hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh para oknum pendatang. 

Meski demikian, Parta meminta agar istilah-istilah rasisme tidak digunakan, karena dapat menimbulkan perpecahan antarwarga negara.

Dia pun meminta agar tokoh masyarakat pendatang untuk mengawasi masyarakatnya yang tengah mengadu nasib ke Bali. 

Memberikan mereka pemahaman tentang Bali, agar tidak mencederai masyarakat yang selama ini sangat menjaga kesucian wilayahnya

"Siapa pun boleh ke Bali, tetapi harus ikut menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya dan keluhuran Bali,” ungkap Nyoman Parta.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASN Pindah ke IKN Dapat Fasilitas Ini, Hunian hingga RS Serba Canggih
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramadan dan Kerja Sunyi Penyuluh Agama
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
NASA Ajak Masyarakat Kirim Nama ke Bulan Lewat Misi Artemis II, Simak Cara Daftarnya!
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tantang Dominasi AS, Uni Eropa Gandeng Indo-Pasifik Jajaki Aliansi Dagang Raksasa
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Politikus Golkar Ungkap Karier Inosentius Setelah Batal Jadi Hakim MK
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.