- Hingga Februari 2026, terdapat 11.228 titik jalan berlubang di Jakarta, menyebabkan 27 kecelakaan dan satu korban jiwa.
- Dinas Bina Marga bertanggung jawab atas perbaikan, namun perbaikan permanen ditunda hingga musim kemarau karena aspal tidak merekat saat hujan.
- Masyarakat didorong waspada dan dapat melaporkan kerusakan jalan melalui aplikasi JAKI, hotline WhatsApp, atau media sosial instansi terkait.
Suara.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyisakan pemandangan memprihatinkan berupa wajah aspal yang "bopeng" di berbagai sudut kota. Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 11.228 titik lubang menghiasi jalanan, dengan sekitar 1.200 hingga 1.500 di antaranya masih terbengkalai tanpa perbaikan.
Kondisi jalan yang hancur ini bukan sekadar gangguan estetika, melainkan ancaman nyata yang telah memicu 27 kecelakaan lalu lintas. Tragedi ini bahkan telah merenggut satu korban jiwa, membuktikan bahwa lubang-lubang tersebut adalah jebakan maut yang mengintai nyawa para pengendara setiap harinya.
Masyarakat kini mulai mempertanyakan alasan lubang terus bermunculan, serta mengapa solusi yang diberikan selama ini seolah hanya tambal sulam sementara. Di tengah risiko yang terus menghantui, publik menanti jawaban pasti mengenai siapa pihak yang sebenarnya harus bertanggung jawab atas kualitas infrastruktur ibu kota ini.
Kenapa Jalan Cepat Rusak Saat Musim Hujan?
Lubang-lubang jalanan Jakarta bukan muncul tanpa alasan. Tingginya intensitas hujan di kawasan ibu kota sejak akhir 2025 lalu jadi salah satu penyebab utama.
"Karakter aspal yang kita punya, atau semua aspal di Indonesia ini, kalau kena air tidak ada yang merekat kuat," terang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Genangan banjir Jakarta turut memperparah kondisi aspal yang memang tidak tahan air. Sangat memungkinkan untuk air meresap melalui retakan-retakan aspal kecil maupun pori-pori pada permukaan jalan, sehingga menimbulkan kerusakan.
Infografis Jalan Berlubang di Jakarta. (Suara.com/Iqbal)Lubang-Lubang Jalan Tanggung awab Siapa?
Sudah jelas, Dinas Bina Marga DKI Jakarta jadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pembenahan lubang-lubang jalan di wilayah ibu kota. Jalan-jalan di Jakarta merupakan bagian dari fasilitas umum yang pengerjaan dan pengelolaannya berada di bawah instansi pimpinan Heru Suwondo itu.
Baca Juga: Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
Dinas Bina Marga juga bukan tanpa reaksi menyikapi lubang-lubang jalan yang timbul di Jakarta selepas tiga kali terjangan banjir pada awal 2026 lalu. Perbaikan sementara lewat penambalan jalan-jalan berlubang sudah dilakukan di puluhan ribu titik terdampak.
"Kami telah berupaya secara maksimal dan responsif untuk mencegah kerusakan jalan semakin meluas," kata Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, di laman resmi instansi.
Kenapa Cuma Ditambal, Bukan Diperbaiki Total?
Pertanyaan berikutnya yang timbul di kalangan masyarakat tentu menyangkut soal kebijakan penambalan jalan berlubang yang masih bersifat sementara. Banyak yang meyakini masalah tidak akan selesai lewat perbaikan bersifat temporer itu.
Masalah nyata pun sempat terlihat di salah satu lubang jalan di kawasan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan, di mana titik yang sama sampai mengalami tiga kali penambalan. Aspal berulang kali tergerus akibat guyuran hujan serta tidak mampu menahan beban kendaraan dengan muatan berlebih yang sering melintas di sana.
Namun, perbaikan jalan sementara tetap dibutuhkan karena lubang-lubang menganga di aspal ibu kota sudah memakan banyak korban. Hingga bulan ini, tercatat sudah terjadi 27 kecelakaan akibat jalan berlubang dengan satu siswa meregang nyawa di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
"Penanganan cepat dan darurat tetap kami lakukan, termasuk di tengah kondisi musim hujan sebagai upaya menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan," ujar Siti Dinarwenny.
Perbaikan jalan secara menyeluruh baru bisa dilakukan saat Jakarta sudah memasuki bulan kemarau, di mana tingkat curah hujan tinggi mulai berganti dengan paparan terik sinar matahari. Sekali lagi, pengaspalan ulang jalan secara permanen tidak akan maksimal bila dilakukan di tengah musim hujan.
"Pengaplikasian aspal panas atau hotmix pada permukaan yang masih basah tidak dapat menghasilkan daya rekat yang optimal," papar Siti Dinarwenny.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Dinas Bina Marga DKI Jakarta sudah berupaya maksimal untuk memperbaiki jalan-jalan berlubang di wilayah ibu kota. Penambahan armada pun sempat dilakukan guna menyesuaikan perbaikan titik terdampak yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di lima kota administrasi.
"Teman-teman bisa bayangkan, 1.000 orang memencar di semua Jakarta. Ini bukan pekerjaan mudah," tutur Rano Karno.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga sudah memasang imbauan untuk pengendara lebih waspada di jalan. Spanduk-spanduk besar hingga pengumuman di videotron mereka bentangkan di area yang lubang jalannya masih berstatus menunggu perbaikan.
"Selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan saat melintas di musim hujan," pinta Siti Dinarwenny.
Kini, tinggal bagaimana masyarakat menyikapi imbauan dari Dinas Bina Marga tentang menjaga kehati-hatian saat melintas di jalan raya. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) pun sudah mengatur tentang bagaimana pengendara wajib menjaga konsentrasi serta memperhatikan batas aman kecepatan demi keselamatan bersama.
Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi melaporkan kerusakan jalan di Jakarta lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang bisa diunduh di ponsel. Melalui fitur "Laporan Warga", kita bisa mengambil foto lubang jalan yang ingin dilaporkan. Pastikan GPS atau penanda lokasi di ponsel menyala, agar koordinatnya akurat dan bisa segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Selain melalui JAKI, aduan juga bisa disampaikan melalui hotline WhatsApp maupun akun media sosial resmi Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Ada juga laman Cepat Respon Masyarakat yang dapat dijadikan media pengaduan alternatif kala laporan ke instansi terkait tidak kunjung mendapat tanggapan.




