Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meminta percepatan renovasi 8.850 rumah tenaga kesehatan di Sumatra-Aceh akibat bencana hidrometeorologi.
Hal itu dia sampaikan saat rapat evaluasi penanganan pascabencana Sumatra-Aceh bersama Dewan Perwakilan rakyat (DPR), Rabu (18/2/2026). Budi lebih dulu menjelaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan telah beroperasi.
Budi mengatakan bahwa pihaknya meminta percepatan penyaluran anggaran untuk memperbaiki rumah tenaga kesehatan.
"Yang kami butuhkan kedua adalah tenaga kesehatan; ada 8.850 yang rumahnya terdampak. Itu sudah diverifikasi oleh saya dan Kemenkes, dan Kemendagri tinggal dicairkan dana renovasinya," katanya.
Dia berharap perbaikan dapat dituntaskan sebelum memasuki Hari Raya Idulfitri. Selain itu, dia merencanakan perbaikan fasilitas kesehatan yang rampung pada akhir Maret dengan dana yang ditaksir mencapai Rp529,3 miliar.
"Kita berencana akhir Maret kita memperbaiki 100 persen fasilitas kesehatan yang sekitar 3.000-an itu. Itu butuh dana Rp529,3 miliar," jelasnya.
Baca Juga
- Menkes Budi Gunadi Blak-blakan soal Pemecatan Dokter Piprim
- Kemenkes Kolaborasi Kembangkan Riset Genomik di Indonesia
- Kemenkes Larang Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS Nonaktif
Menurutnya, surat pengajuan perbaikan fasilitas kesehatan dilakukan pada 20 Januari ke Presiden Prabowo Subianto dan ke Kementerian Sekretariat Negara.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya mengatakan usulan tersebut dapat dimasukkan sebagai usulan anggaran tambahan belanja kementerian dan lembaga.
"Sebenarnya ini bisa masuk ke usulan anggaran tambahan belanja kementerian dan lembaga untuk tim Satgas Bencana. Jadi tinggal masuk ke sana aja, prosedurnya seperti itu ke Bappenas ke Rim Satgas yasudah keluar," kata Purbaya.
Purbaya menambahkan bahwa jika dilihat dari alokasi anggaran untuk penanganan sekitar Rp50-Rp60 triliun masih tersisa banyak, sehingga Kemenkes dapat mengajukan melalui alur tersebut.





