JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Cilandak mengeluhkan terganggu suara berisik dari lapangan padel yang berdempetan dengan rumahnya di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan.
Warga bernama Idham (30) mengaku heran biaya sewa lapangan padel per jam seharga Rp 2 juta tapi peredam suara masih bocor.
“Konsepnya lapangan padel ini kan privat, lapangannya cuma satu. Dia biaya sewanya mahal banget. Kayak sejam Rp 2 juta. Tapi enggak setara, sama material peredamnya,” kata Idham saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Warga Viralkan Kebisingan Lapangan Padel di Cilandak karena Laporan ke JAKI Tak Mempan
Dari besaran biaya sewa ini, Idham dan tetangganya juga mempertanyakan izin usaha bangunan tersebut.
Rencananya, pertanyaan ini akan mereka sampaikan langsung kepada pengelola dalam mediasi yang diagendakan di Kantor Lurah Gandaria Selatan besok.
“Apakah usaha mikro, usaha menengah, apa usaha kecil? Itu kan berpengaruh juga dong harusnya. Dengan starting 2 juta per jam,” tutur Idham.
Dalam mediasi pertama mereka di lapangan padel tersebut, pengelola mengaku telah menggunakan material berstandar internasional.
Mereka menolak permintaan warga untuk mengganti material peredam polikarbonat yang digunakan dengan material yang lebih tahan suara.
“Jadi mereka menyebut bahwa lapangan ini adalah lapangan standar internasional dan eksterior yang mereka gunakan juga sudah merasa cukup meredam,” jelas dia.
Namun tetap saja warga terdampak suara aktivitas di lapangan padel yang bocor sepanjang hari. Hal ini membuat mereka resah.
Waktu tidur terganggu, aktivitas bekerja di rumah pun ikut terganggu.
Kondisi ini akhirnya membuat warga tak betah di rumah.
Baca juga: Lapangan Padel di Cilandak Buka hingga Tengah Malam, Warga Keluhkan Suara Bising
Sementara warga lain Naufal harus bertahan di kantor lebih lama dan mengerjakan pekerjaan lain yang tenggatnya lebih lama.
Ia selalu dibayang-bayangi suara dari lapangan padel. Tak hanya pantulan bola, tetapi juga teriakan dan umpatan pemain di dalamnya.
Di waktu berbeda, suara-suara itu sering mengagetkan dan membangunkan tidurnya di pagi hari.
“Aku tuh pulang kantor jam 6, sekarang jadi suka lembur padahal yang dikerjain juga ya kerjaan-kerjaan yang bisa dibesokin padahal. Jadi pulangnya jam 8, jam 9, eh jam 9, jam 10 nyampe rumah masih main (Padel). Besoknya udah istirahat, bangun pagi dibangunin lagi,” ujar Naufal.
Kompas.com telah berusaha menghubungi pihak lapangan padel melalui WhatsApp tetapi belum ada tanggapan resmi dari pihak lapangan padel.
Selain itu, Kompas.com juga mendatangi langsung ke lokasi, tetapi pihak pengelola maupun manajemen sedang tidak ada di tempat dan diminta menunggu jawaban resmi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




