PIDIE JAYA, KOMPAS.TV - Memasuki bulan Ramadan, warga Muslim di Desa Menasah Raya, Pidie Jaya masih berjuang untuk membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir bandang.
Hampir setengah dari penduduk desa masih bertahan di pengungsian.
Saat malam hari, mereka menginap di tenda dan mushala, sementara siang hari mereka kembali ke rumah untuk membersihkan rumah.
Salah satu warga Desa Menasah berharap suatu hari bisa kembali ke rumah, meskipun hanya membangun gubuk kecil bagi ia dan keluarganya.
Di desa ini, ratusan rumah masih tertutup lumpur hingga 2 meter lebih.
Warga mengaku tidak sanggup membersihkan lumpur tanpa bantuan pemerintah dan berharap ada bantuan dari TNI-Polri untuk membantu pembersihan desanya.
Sementara itu, kondisi halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Karang Baru, Aceh Tamiang yang sebelumnya dipenuhi gelondongan kayu akibat bencana banjir pada bulan November tahun lalu, kini sudah dibersihkan.
Meskipun masih menyisakan lumpur, Masjid As Sunah yang berada di area pondok pesantren sudah bisa digunakan oleh santri dan masyarakat.
Selama bulan Ramadan nanti, santri juga akan lebih banyak menghabiskan waktu di masjid untuk melaksanakan tadarus dan tarawih.
Sementara itu, meskipun belum pulih betul pasca bencana, warga di Desa Manyang Cut, Pidie Jaya tetap antusias menyambut Ramadan dengan menggelar tradisi meugang yang sudah menjadi tradisi di Aceh setiap Ramadan.
Warga korban bencana mendapat bantuan 11 ekor sapi yang dibagikan untuk dimasak dan dimakan bersama.
Warga dari seluruh elemen masyarakat berkumpul menikmati masakan daging.
Dengan tradisi ini, warga berharap dapat menjalankan puasa di bulan Ramadan dengan lancar dan khidmat.
Baca Juga: Korban Banjir di Aceh Tamiang Jalankan Ibadah Puasa Ramadan di Tenda Pengungsian | INDONESIA UPDATE
#ramadan #aceh #pidiejaya
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- ramadan
- banjir sumatera
- aceh
- pidie jaya aceh
- ramadan di aceh





