Harga Daging dan Telur Ayam Ras Masih Tinggi, Imbas MBG?

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa harga komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) masing-masing pada pekan kedua Februari 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan bahwa secara nasional, harga rata-rata daging ayam ras mencapai Rp40.471 per kilogram atau naik 0,86% dibandingkan periode Januari 2026. Nominal itu berada di atas HAP daging ayam ras sebesar Rp40.000 per kilogram.

“Ada 155 kabupaten/kota yang daging ayam ras itu mengalami peningkatan IPH [indeks perkembangan harga],” kata Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, disiarkan langsung di YouTube Kemendagri, Rabu (18/2/2026).

Lebih lanjut, BPS mencatat harga tertinggi daging ayam ras mencapai Rp100.000 per kilogram, yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Sebaliknya, harga terendah daging ayam ras tercatat sebesar Rp25.000 per kilogram.

Terkait telur ayam ras, Ateng memaparkan bahwa harga rata-rata nasional komoditas tersebut sebesar Rp31.757 per kilogram pada pekan kedua bulan ini.

Nilai itu turun 1,62% dibandingkan periode Januari 2026 yang sebesar Rp32.281 per kilogram, tetapi masih berada di atas HAP telur ayam ras yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.

Baca Juga

  • Bapanas Ungkap Biang Keladi Harga Cabai Rawit Meroket, Sebut Bakal Intervensi
  • BPS: Harga Cabai Rawit Melonjak, Tertinggi Capai Rp200.000 per Kg
  • BPS Catat Harga Minyakita Turun 2,87%, Tapi Masih Lampaui HET

“Kalau kita lihat HAP-nya yaitu Rp30.000 artinya ini sedikit di atas HAP. Dan ada 80 kabupaten/kota yang telur ayam ras itu mengalami peningkatan IPH-nya,” ujar Ateng.

BPS juga mencatat harga tertinggi telur ayam ras mencapai Rp100.000 per kilogram, salah satunya di Kabupaten Intan Jaya. Harga penjualan terendah tercatat sebesar Rp25.000 per kilogram.

Terpisah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) membantah bahwa pasokan daging ayam dan telur ayam ras menipis di pasar imbas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan MBG justru menciptakan kepastian permintaan yang membuat produksi unggas bergerak lebih stabil dan terukur.

“Enggak, jadi kan gini ya. Ini justru saya sudah diskusi dengan teman-teman. Kalau dulu harga naik-turun karena permintaannya naik-turun. Permintaan naik turun, harga menjadi naik-turun,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Asap Vape: BNN Temukan Sabu dan Zat Psikoaktif
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mckenna Grace Kembali Perankan Daphne Muda di Serial Live-Action “Scooby-Doo” Netflix
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Jaga Muruah DPR, MKD Gandeng Polres Badung Siap Kawal Etik dan TNKB Khusus
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Mensesneg Sebut Pemerintah Belum Bahas Usulan Pengembalian UU KPK Lama
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Lukisan Kuda Api SBY Laku Rp6,5 Miliar, Dibeli Pengusaha Dato Low
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.