China Minggir, Eropa Makin Ganas Hantam Amerika

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: As dan Eropa (Photo by Samuel Corum/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini, China dikenal sebagai negara yang 'bertentangan' dengan Amerika Serikat (AS). Keduanya terlibat 'perang' teknologi, hingga saling blokir produk satu sama lain.

Beberapa aplikasi buatan AS bahkan diblokir total di China. Namun, langkah tegas terhadap raksasa teknologi AS ternyata bukan cuma dilakukan China.

Eropa belakangan makin tegas untuk melakukan penyelidikan atau membuat aturan terkait penggunaan banyak media sosial asal AS. Sejumlah negara di Eropa dilaporkan meningkatkan tekanannya pada para platform terkait risiko pada anak-anak.


Mengutip Reuters, salah satu negara yang melakukannya adalah Spanyol. Pemerintah setempat meminta jaksa melakukan penyelidikan pada Facebook milik Meta dan TikTok.

Kedua platform diduga menyebarkan gambar seksual anak dari AI. Hal serupa juga dilakukan di Inggris.

Sementara itu Irlandia melakukan penyelidikan soal chatbot AI X, Grok karena pemrosesan data pribadi dan produksi gambar seksual.

Sejumlah negara di Eropa juga mulai mengusulkan larangan media sosial untuk remaja. Inggris dan Jerman mempertimbangkan melakukan langkah yang sama.

Denmark jadi salah satu yang bergerak mandiri untuk membuat aturan soal pembatasan usia penggunaan media sosial. Sementara Spanyol mengusulkan larangan untuk anak di bawah 16 tahun.

Presiden Perancis Emmanuel Macron melakukan hal yang lebih ekstrem. Dia mengusulkan untuk larangan penggunaan oleh remaha bisa diterapkan di seluruh Uni Eropa, atau jika diperlukan untuk Perancis.

Jauh sebelumnya, Eropa telah memiliki aturan layanan digital (DSA) yang berlaku pada 2024. Platform media sosial terancam menghadapi denda 6% dari omset tahunan global jika tidak patuh mengendalikan konten ilegal atau berbahaya.

Pilihan Redaksi
  • 12 Negara Sudah Mulai Puasa Ramadan Rabu 18 Februari 2026
  • Raja Ecommerce Tutup di RI, Kena Kasus Hukum di Mana-mana

Namun Presiden AS Donald Trump membalasnya dengan ancaman tarif dan sanksi jika pajak teknologi dan DSA ditegakkan serta merugikan perusahaan asal negara itu.

Komisi Eropa memastikan tidak melunak pada raksasa teknologi AS. Lembaga itu mencontohkan telah melakukan sejumlah investasi pada X terkait penerapan chatbot Grok.

"Dengan langkah seperti DSA, Uni Eropa membuat masa depan digital Eropa. Uni Eropa mendukung, mendanai, dan mengatur teknologi baru dengan tujuan memperkuat demokrasi," jelas Komisi Eropa.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: India & Prancis Perkuat Hubungan Melalui Teknologi-Perdagangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilot Pelita Air Tewas di Krayan, Jenazah Hendrick Lodewyck Diterbangkan ke Jakarta Besok
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Anggota DPRD Muara Enim Terjaring OTT Kasus Korupsi Jaringan Irigasi
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Doktif Diperiksa Polisi, Bawa Produk Kecantikan Milik Richard Lee yang Diduga Tak Berizin | BU
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Dugaan Penebangan Hutan jadi Pemicu Banjir Bandang di Guci Tegal, Begini Respons Istana
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.